Laporkan Masalah

Karakterisasi Pertumbuhan dan Kemampuan Produksi Metabolit Sekunder dengan Perbedaan Perlakuan Level Kromium (Cr) pada Achromobacter xylosoxidans CSND B12

Bungas Wafiq Fattimatuzahra, Prof. Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM.

2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Limbah cair industri penyamakan kulit mengandung logam berat kromium (Cr) dalam kadar tinggi yang berpotensi mencemari lingkungan, terutama dalam bentuk Cr6+ yang bersifat toksik dan karsinogenik. Salah satu upaya penanganan yang dapat dilakukan adalah bioremediasi menggunakan bakteri toleran terhadap logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik pertumbuhan dan kemampuan produksi metabolit sekunder pada Achromobacter xylosoxidans CSND B12 terhadap medium yang mengandung level kromium berbeda. Penelitian ini menggunakan Achromobacter xylosoxidans CSND B12 yang diisolasi dari lumpur aktif IPAL penyamakan kulit di Yogyakarta. Kondisi pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, seperti suhu, pH, ketersediaan nutrisi, oksigen, dan keberadaan logam berat. Oleh karena itu, perlakuan dilakukan dengan penambahan Cr6+ sebesar 0, 50, 100, dan 500 ppm pada medium dengan kandungan nutrisi terbatas. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bakteri secara kualitatif dan kuantitatif pada medium padat, pertumbuhan pada medium cair berdasarkan nilai OD600, dan aktivitas antibakteri melalui uji daya hambat. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Achromobacter xylosoxidans CSND B12 mampu tumbuh dan memiliki kemampuan toleransi terhadap paparan Cr6+ hingga 500 ppm. Namun, supernatan kultur tidak membentuk zona hambat terhadap Bacillus cereus TD5B, sehingga bakteri tersebut belum menghasilkan metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri. 

Tannery industrial wastewater contains high concentrations of chromium (Cr), a heavy metal that has the potential to pollute the environment, particullary in the form of Cr6+, which is toxic and carcinogenic. One of the treatment approaches that can be applied is bioremediation using bacteria that are tolerant to heavy metals. This study aimed to evaluate the growth characteristics and secondary metabolite production capability of the Achromobacter xylosoxidans CSND B12 in media containing different chromium levels. This study used the Achromobacter xylosoxidans CSND B12 isolated from the activated sludge of a tannery wastewater treatment plant (WWTP) in Yogyakarta. Bacterial growth is influenced by various environmental factors, including temperature, pH, nutrient availability, oxygen, and the presence of heavy metals. Therefore, the treatments were carried out by adding Cr6+ at concentrations of 0, 50, 100, and 500 ppm to a medium with limited nutrient content. The observed parameters included qualitative and quntitative bacterial growth on solid medium, bacterial growth in liquid medium based on the OD600 value, and antibacterial activity using the agar well diffusion test. The data were analyzed descriptively. The results showed that the Achromobacter xylosoxidans CSND B12 was able to grow and exhibited tolerance to Cr6+ exposure up to 500 ppm. However, the culture supernatant did not produce an inhibition zone against Bacillus cereus TD5B, indicating that the bacterial had not produced secondary metabolites with antibacterial activity. 

Kata Kunci : Limbah cair penyamakan kulit, Achromobacter xylosoxidans CSND B12, Kromium (Cr), Metabolit sekunder, Bioremediasi

  1. S1-2026-499969-abstract.pdf  
  2. S1-2026-499969-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-499969-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-499969-title.pdf