Lexical Reinterpretations through Shortening Logic: A Study of @biasalahanakmuda Instagram Discourse
Ririn Susetyaningsih, Prof. Dr. Suhandano, M.A.
2026 | Tesis | S2 Linguistik
Penelitian ini mengkaji reinterpretasi leksikal melalui logika pemendekan linguistik dalam konten Instagram @biasalahanakmuda, sebuah akun media sosial Indonesia yang dikenal memadukan pembahasan mengenai arsitektur, rumah, ruang perkotaan, dan kehidupan sehari-hari dengan permainan bahasa yang humoris. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin menonjolnya praktik reinterpretasi leksikal melalui logika pemendekan dalam wacana digital, yaitu ketika suatu unsur leksikal, akronim, singkatan, atau ungkapan yang telah dikenal diberi perluasan baru secara retrospektif. Proses ini berbeda dari pemendekan konvensional karena bentuk pendeknya sudah ada terlebih dahulu sebelum perluasan diciptakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis logika pemendekan linguistik yang diterapkan pada unsur leksikal yang direinterpretasikan, serta menganalisis fungsi pragmatis yang mendasari penggunaannya dalam komunikasi di Instagram.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang didukung oleh perhitungan kuantitatif sederhana berupa frekuensi kemunculan dan persentase. Data penelitian terdiri atas 199 reinterpretasi leksikal yang dikumpulkan dari unggahan, caption, dan story Instagram @biasalahanakmuda pada periode 10 Juli 2020 hingga 27 April 2026. Data dipilih melalui teknik purposive sampling berbasis kriteria, yaitu dengan memasukkan hanya bentuk-bentuk leksikal yang sudah dikenal, diberi perluasan baru, dan menghasilkan makna yang berbeda dari makna konvensionalnya. Data didokumentasikan melalui tangkapan layar, kemudian dianalisis dengan mengklasifikasikan jenis logika pemendekan berdasarkan kategori dari Kridalaksana serta menafsirkan fungsi pragmatisnya berdasarkan bukti kontekstual dan perspektif pragmatis serta komunikasi yang dimediasi komputer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa logika reinterpretasi akronim merupakan tipe yang paling dominan, dengan 137 data (68,84%), diikuti oleh logika reinterpretasi singkatan, lambang huruf, kontraksi, dan penggalan. Dari segi fungsi pragmatis, pelibatan audiens dan keakraban kelompok muncul paling sering, dengan 124 kemunculan (42,47%), diikuti oleh hiburan, evaluasi dan kritik, serta penanda identitas dan sikap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reinterpretasi leksikal melalui logika pemendekan dalam wacana Instagram tidak hanya berfungsi sebagai permainan bahasa yang humoris, tetapi juga sebagai sumber daya linguistik yang fleksibel untuk membangun interaksi, evaluasi, konstruksi identitas, dan komunitas digital.
This study examines lexical reinterpretations through the logic of linguistic shortening in the Instagram content of @biasalahanakmuda, an Indonesian social media account known for combining discussions of architecture, houses, urban spaces, and everyday life with humorous language play. The study is motivated by the increasing visibility of lexical reinterpretations through shortening-logic practices in digital discourse, in which an existing lexical item, acronym, abbreviation, or familiar expression is retrospectively assigned a newly invented expansion. This process differs from conventional abbreviation because the shortened form already exists before the expansion is created. This research thus aims to identify the types of linguistic shortening logic applied to lexical items being re-expanded and to analyze the pragmatic functions in Instagram communication.
This study employed a qualitative descriptive method, supported by simple quantitative calculations of frequency of occurrence and percentages. The data consisted of 199 lexical reinterpretation items collected from @biasalahanakmuda’s Instagram posts, captions, and stories published from 10 July 2020 to 27 April 2026. The data were selected through criterion-based purposive sampling, including only recognizable existing lexical forms that were assigned newly invented expansions and produced meanings different from their conventional meanings. The data were documented as screenshots and analyzed by classifying the types of shortening logic according to Kridalaksana’s categories and interpreting their pragmatic functions using contextual evidence and pragmatic as well as computer-mediated communication perspectives.
The findings show that reinterpreted acronym logic is the dominant type, with 137 items (68.84%), followed by reinterpreted abbreviation, letter symbol, contraction, and clipping logics. In terms of pragmatic functions, audience engagement and group intimacy appear most frequently, with 124 occurrences (42.47%), followed by entertainment, evaluation, and criticism, and identity and stance marking. The study concludes that lexical reinterpretations through shortening logic in Instagram discourse function not only as humorous wordplay but also as flexible resources for interaction, evaluation, identity construction, and digital community building.
Kata Kunci : linguistic shortening logic, logika pemendekan linguistik, lexical reinterpretation, reinterpretasi leksikal, Instagram discourse, wacana Instagram, wordplay, permainan kata, @biasalahanakmuda