Identifikasi Morfologis dan Analisis Filogenetik Berdasarkan Internal Transcribed Spacer pada Cabai Introduksi (Capsicum chinense L. 'Suriname Merah')
Siti Yulianingsih, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.
2026 | Skripsi | BIOLOGI
Cabai 'Suriname Merah' merupakan salah satu kultivar
introduksi yang memiliki potensi sebagai sumber daya genetik untuk pengembangan
tanaman cabai. Namun, identitas spesies kultivar ini masih belum diketahui
secara pasti karena memiliki karakter morfologis yang mirip dengan beberapa
spesies Capsicum. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi dan menganalisis keragaman Cabai 'Suriname Merah' berdasarkan
karakterisasi morfologis dan molekuler menggunakan penanda Internal
Transcribed Spacer (ITS), serta menentukan variasi genetik, jarak genetik,
dan hubungan filogenetiknya dengan beberapa spesies Capsicum domestikasi.
Penelitian dilaksanakan pada periode Maret 2025 hingga Juni 2026 di Greenhouse
Jamusan, dengan proses analisis molekuler dilakukan di Laboratorium
Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Universitas Gadjah Mada serta sekuensing di Integrated
Genome Factory (IGF). Penelitian dilakukan melalui pengamatan karakter
morfologis, isolasi DNA, amplifikasi daerah ITS menggunakan Polymerase Chain
Reaction (PCR), sekuensing DNA, dan analisis filogenetik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa cabai 'Suriname Merah' memiliki karakter morfologis yang
didominasi oleh ciri-ciri Capsicum chinense, antara lain mahkota bunga
berwarna putih kehijauan, antera berwarna hitam, bunga menggantung, buah
berwarna merah saat masak, serta terdapat annular constriction pada
pertemuan tangkai buah dan kelopak. Amplifikasi daerah ITS menghasilkan fragmen
DNA berukuran sekitar 700 pb yang berhasil disekuensing untuk analisis lebih
lanjut. Analisis sekuens menunjukkan kandungan GC lebih tinggi daripada AT
serta adanya variasi nukleotida yang membedakan cabai 'Suriname Merah' dari
spesies pembanding. Analisis jarak genetik menunjukkan bahwa cabai 'Suriname Merah' memiliki kedekatan genetik tertinggi dengan C. chinense dan C.
annuum, sedangkan rekonstruksi pohon filogenetik menempatkan cabai 'Suriname Merah' dalam satu clade dengan C. chinense dengan
dukungan nilai bootstrap yang tinggi. Berdasarkan karakter morfologis
dan analisis molekuler menggunakan penanda ITS, cabai 'Suriname Merah'
diidentifikasi sebagai kultivar yang termasuk dalam spesies Capsicum
chinense.
'Suriname Merah' pepper (Capsicum sp.) is an
introduced cultivar with potential as a genetic resource for chili pepper
improvement. However, its taxonomic identity remains uncertain due to its
morphological similarity to several Capsicum species. Therefore, this
study aimed to identify and analyze the diversity of the 'Suriname Merah' chili
pepper based on morphological characterization and molecular analysis using the
Internal Transcribed Spacer (ITS) marker, as well as to determine its
genetic variation, genetic distance, and phylogenetic relationship with several
domesticated Capsicum species. The study was conducted from March 2025
to May 2026 at the Jamusan Greenhouse, while molecular analyses were
carried out at the Laboratory of Genetics and Plant Breeding, Gadjah Mada
University, and DNA sequencing was performed at the Integrated Genome Factory
(IGF). The study was conducted through morphological observations, DNA
isolation, amplification of the ITS region using Polymerase Chain Reaction (PCR),
DNA sequencing, and phylogenetic analysis. The results showed that the 'Suriname Merah' chili pepper exhibited morphological characteristics
predominantly consistent with Capsicum chinense, including
greenish-white corollas, black anthers, pendant flowers, red ripe fruits, and
the presence of an annular constriction at the junction between the fruit
pedicel and calyx. Amplification of the ITS region produced a DNA fragment of
approximately 700 bp, which was successfully sequenced for further analysis.
Sequence analysis revealed a higher GC content than AT content and identified
nucleotide variations that distinguished the 'Suriname Merah' chili pepper from
the reference species. Genetic distance analysis indicated that the 'Suriname
Merah' chili pepper was most closely related to C. chinense and C.
annuum, while phylogenetic reconstruction placed it within the same clade
as C. chinense with high bootstrap support. Based on both morphological
characteristics and molecular analysis using the ITS marker, the 'Suriname
Merah' chili pepper was identified as a cultivar belonging to Capsicum
chinense.
Kata Kunci : Capsicum, filogenetik, ITS, ‘Suriname Merah’