Desain Intervensi Optimalisasi Sistem Rujukan di Puskesmas Kepulauan dan Perbatasan Indonesia - Filipina
Meistvin Welembuntu, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc.,Ph.D., FRSPH
2026 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum
elaksanaan rujukan pada daerah yang terisolir dan kepulauan untuk mendapatkan fakta di lapangan belum terlaksana dan terdokumentasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi rujukan dan merancang intervensi untuk optimalisasi pelaksanaan rujukan.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian implementasi dengan menggunakan metode Intervention Mapping yang dilaksanakan sejak September 2024 sampai dengan Maret 2026. Data bersumber dari masyarakat yang memiliki pengalaman dirujuk dari puskesmas, tenaga kesehatan, dan stakeholder. Realist review juga diintegrasikan dalam penelitian ini untuk mencari intervensi yang sesuai dalam mengatasi permasalahan yang ditemui.
Hasil: Masalah yang menjadi prioritas utama ialah pemahaman masyarakat yang kurang mengenai aturan dan fasilitas rujukan, serta pemahaman masyarakat dan tokoh masyarakat yang kurang mengenai penyakit dan risikonya. Berdasarkan penelusuran literatur dengan pendekatan realist review, diskusi dengan pakar, dan diskusi dengan dinas kesehatan maka dikembangkanlah Program Rujuk Bahari. Program ini diharapkan bisa menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan pelaksanaan rujukan.
Kesimpulan: Program rujuk bahari bisa dimodifikasi, disesuaikan, dan diterapkan saat memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai aturan rujukan dan penyakit. Penelitian ini bisa menjadi masukan bagi klinisi, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam melakukan pelayanan kesehatan terlebih khusus dalam melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat.
ackground: Strengthening and ensuring equitable access to primary healthcare, including referral services, is a key priority of health system reform in Indonesia. Although referral regulations have been established, the implementation of the referral system in remote and islands areas has not been comprehensively evaluated or well documented. This study aimed to explore the implementation of the referral system and to design an intervention to optimize referral practices.
Methods: This implementation research employed the intervention mapping approach and was conducted from September 2024 to March 2026 at Sangihe Region. Data were collected from community members who had experienced referrals from primary healthcare centers (puskesmas), healthcare professionals, and relevant stakeholders. A realist review was integrated into the study to identify contextually appropriate interventions for addressing the challenges identified during the needs assessment.
Results: The main priority issues identified were the limited community understanding of referral regulations and available referral facilities, as well as insufficient knowledge among community members and local leaders regarding diseases and their associated risks. Based on the findings from realist review, expert consultations, and discussion with District Health Office, the Rujuk Bahari Program was developed as a context-specific intervention. This program is expected to serve as a practical strategy for optimizing referral system implementation in remote island settings.
Conclusion: The “Rujuk Bahari” program can be adapted, tailored, and implemented as part of community education efforts to improve understanding of referral systems and diseases. This study provides valuable input for clinicians, academics, and policymakers in delivering healthcare services, particularly in enhancing communication, information, and education for communities.
Kata Kunci : Kepulauan, Penelitian Implementasi, Puskesmas, Pelayanan Kesehatan Rural, Rujukan