Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum Dan Sesudah Merger Dan Akuisisi Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (2017-2019)
Andreas A.J. Lando, Saiqa Ilham Akbar BS. S.E., M.Sc.
2026 | Tugas Akhir | D4 PERBANKAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah melakukan merger dan akuisisi pada perusahaan non sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017–2019. Kinerja keuangan diukur menggunakan rasio likuiditas (Current Ratio), rasio solvabilitas (Debt to Equity Ratio), rasio aktivitas (Total Asset Turnover), serta rasio profitabilitas yang terdiri dari Return on Asset dan Operating Profit Margin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan event study dan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling dan diperoleh sebanyak delapan perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Periode pengamatan yang digunakan adalah lima tahun sebelum dan lima tahun sesudah merger dan akuisisi. Teknik analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, uji normalitas, serta uji beda menggunakan paired sample t-test dan Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi untuk sebagian besar rasio yang diuji. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas merger dan akuisisi belum sepenuhnya mampu menghasilkan sinergi keuangan yang optimal dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan perencanaan dan proses integrasi pasca merger dan akuisisi secara lebih matang agar tujuan strategis perusahaan dapat tercapai.
This study aims to analyze the differences in financial performance before and after mergers and acquisitions in non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2017–2019 period. Financial performance is measured using liquidity ratio (Current Ratio), solvency ratio (Debt to Equity Ratio), activity ratio (Total Asset Turnover), and profitability ratios consisting of Return on Assets and Operating Profit Margin. This research employs a quantitative approach with an event study method and utilizes secondary data obtained from companies’ annual financial statements. The sample was selected using purposive sampling, resulting in eight companies that met the research criteria. The observation period covers five years before and five years after the merger and acquisition events. Data analysis techniques include descriptive statistics, normality tests, and difference tests using the paired sample t-test and Wilcoxon signed rank test. The results indicate that, overall, there are no significant differences in the financial performance of companies before and after mergers and acquisitions for most of the financial ratios examined. These findings suggest that mergers and acquisitions do not automatically guarantee financial synergy in the long term. Therefore, companies are expected to conduct thorough planning and effective post-merger integration to achieve sustainable performance improvements.
Kata Kunci : Merger dan Akuisisi, Kinerja Keuangan, Rasio Keuangan, Bursa Efek Indonesia