Kelayakan Finansial Pesanggem Agroforestri Kopi di LMDH Wahana Giri Swadaya KPH Bandung Selatan
Rahadyan Pramudhito, Prof. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P., Ph.D ; Prof. Dr. Ir. Wahyu Andayani, M.S
2026 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha agroforestri kopi yang dikelola oleh pesanggem di LMDH Wahana Giri Swadaya KPH Bandung Selatan, dengan metode membandingkan kondisi finansial pesanggem berdasarkan variasi kepemilikan andil, yaitu Strata I (1 andil), strata II (2 andil), dan strata III (3 andil atau lebih). Analisis kelayakan finansial dilakukan menggunakan kriteria Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), Payback Period (PP), serta analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan pesanggem Strata I memperoleh NPV sebesar Rp 5.969.679,24; BCR sebesar 1,33, IRR sebesar 16%, dan Payback Period selama 9 tahun. Pesanggem Strata II memiliki NPV sebesar Rp 19.309.561,12, BCR sebesar 1,40, IRR sebesar 21%, dan Payback Period selama 8 tahun. Sementara itu, pesanggem strata III memperoleh NPV sebesar Rp 39.380.806,07, BCR sebesar 1,42, IRR sebesar 22%, dan Payback Period selama 7 tahun. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan proyek layak dijalankan meskipun terjadi kenaikan biaya 10% produksi maupun penurunan harga jual kopi sebesar 10%. Dengan demikian kelayakan finansial usaha agroforestri LMDH Wahana Giri Swadaya dapat dikatakan layak secara finansial untuk seluruh strata pesanggem dan prosentase bagi hasil sebesar 10% masih memungkinkan untuk ditingkatkan menjadi 15% pada semua strata I, II dan strata III karena mampu dalam menghadapi penurunan harga 10?n peningkatan biaya 10%. Nilai NPV menunjukan angka 11% pada strata I dan menunjukkan angka 16-17% pada strata II dan III.
Kata Kunci : agroforestri kopi, kelayakan finansial, pesanggem