Laporkan Masalah

Analisis Nilai Guna Sekunder Khazanah Arsip Eliminasi Malaria di Indonesia Periode 1900-2023 pada Portal Memori Kolektif Bangsa Arsip Nasional Republik Indonesia

Rina Puspita, Lillyana Mulya, S.S., M.A.

2026 | Tugas Akhir | D4 Pengelolaan Arsip Rekaman Informasi

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai guna sekunder khazanah Arsip Perjalanan Eliminasi Malaria di Indonesia Periode 1900-2023 dalam mendukung kedudukannya sebagai Memori Kolektif Bangsa. Latar belakang penelitian ini diawali dengan kesenjangan penilaian yang menunjukkan bahwa sebagian besar arsip yang diajukan menjadi Memori Kolektif Bangsa telah berstatus musnah menurut Jadwal Retensi Arsip instansi pencipta. Namun, Arsip Nasional Republik Indonesia meloloskan khazanah ini menjadi Memori Kolektif Bangsa pada 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data didapatkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi pustaka. Penelitian ini menunjukkan bahwa khazanah arsip eliminasi malaria mengandung nilai guna sekunder berupa:1) nilai evidensial yang membuktikan bahwa program eliminasi malaria dijalankan oleh negara melalui pembentukan kelembagaan, pola tindakan, kebijakan, prosedur, dan capaian; dan 2) nilai informasional yang menyediakan informasi tentang aktor dan sasaran, wilayah dan sebaran vektor, serta peristiwa dan kegiatan untuk ditelusuri pengguna. Dalam kedudukan tersebut, nilai evidensial memenuhi fungsi representasi dan nilai informasional memenuhi fungsi pewarisan. 

The aim of this study is to analyze the secondary use value of the Malaria Elimination Archives in Indonesia from the period 1900-2023 in supporting its position as the National Collective Memory. The background of this study began with an appraisal gap which shows that most of the archives proposed to become the National Collective Memory have been destroyed according to the Jadwal Retensi Arsip of the creator agency. However, the National Archives of the Republic of Indonesia approved this collection to become the National Collective Memory in 2025. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data were obtained through non-participatory observation, semi-structured interviews, and literature studies. This study shows that the malaria elimination archives contain secondary use values ??in the form of: 1) evidential value that proves that the malaria elimination program was implemented by the state through the formation of institutions, action patterns, policies, procedures, and achievements; and 2) informational value that provides information about actors and targets, areas and vector distribution, as well as events and activities for users to trace. In this position, evidential value fulfills the representation function and informational value fulfills the inheritance function.

Kata Kunci : arsip eliminasi malaria, Memori Kolektif Bangsa, nilai guna sekunder arsip/ malaria elimination archives, National Collective Memory, archival secondary value

  1. D4-2026-496520-abstract.pdf  
  2. D4-2026-496520-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-496520-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-496520-title.pdf