Laporkan Masalah

Pola Luka Pada Kasus Kematian Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Bhayangkara Forensik Medicine Centre RS Bhayangkara POLDA DIY Tahun 2020-2022

Nyimas Zahwa Ramadhona, dr. Wikan Basworo Sp. F ; dr Hendro Widadgo Sp. F

2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang : Kecelakaan lalu lintas adalah kejadian tak terduga di jalan raya yang sulit diprediksi, dapat menimbulkan berbagai pola luka seperti lecet, memar,atau robek, dengan derajat keparahan ringan, sedang, hingga berat. Kecelakaan ini, dapat melibatkan pengendara mobil, motor, pengguna transportasi lain, maupun pejalan kaki. Menurut KORLANTAS Polri, penyebab kecelakaan di Indonesia terdiri atas faktor manusia (61%), misalnya kelalaian dan ugal-ugalan; faktor kendaraan (9%); serta faktor prasarana dan lingkungan (30%). Kecelakaan dapatmengakibatkan luka ringan, berat, hingga kematian, di mana jenis kendaraan dan bentuk tabrakan tertentu menghasilkan pola luka yang dapat diidentifikasi untuk mengevaluasi penyebab kematian.

Metode : Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif observasional dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari visum et repertum (VeR) korban kecelakaan lalu lintas di RS Bhayangkara POLDA DIY

Hasil : Dari 106 sampel, kecelakaan lalu lintas paling banyak terjadi pada laki-laki,dibanding perempuan. Kelompok usia 15-24 tahun mencatat proporsi kematian tertinggi. Sepeda motor menjadi kendaraan paling dominan pada korban meninggal,yakni 88 kasus, dengan jenis kecelakaan ganda terbanyak. Waktu penemuan korbanpaling sering terjadi pada pagi hari (05.00-10.59). Pada pengguna sepeda motor,luka lecet merupakan jenis luka terbanyak, dan lokasi luka paling banyak ditemukan di wajah. Sementara pada pengguna mobil luka memar mendominasi dengan lokasi terbanyak di dada. Untuk pejalan kaki, luka lecet paling sering ditemukan, dengan lokasi terbanyak di ekstremitas bawah.

Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian, korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di instalasi forensik RS Bhayangkara POLDA DIY tahun 2020–2022 paling banyak merupakan remaja (15–24 tahun) berjenis kelamin laki-laki, jenis kendaraan paling banyak kendaraan motor dengan jenis kecelakaan terbanyak kecelakaan ganda, ditemukan pada pagi hari, dengan jenis luka terbanyak luka lecet. Lokasi luka secara keseluruhan paling banyak di wajah.

Background : Traffic accidents are unpredictable events on the road that are to foresee, and can cause various patterns of injuries such as abrasions,contusions, or lacerations, with severity levels ranging from mild, moderate, to severe. These accidents may involve car drivers, motorcyclists, users of other modes of transportation, as well as pedestrians. According to the Indonesian National Police Traffic Corps (Korlantas Polri), the causes of accidents in Indonesia consist of human factors (61%), such as negligence and reckless driving; vehicle factors (9%); and infrastructure and environmental factors (30%). Accidents can result in minor injuries, severe injuries, or death, in which specific types of vehicles and collision patterns produce identifiable injury patterns that can be used to evaluate the cause of death.

Method : This research employed a descriptive observational design using secondary data obtained from the visum et repertum (VeR) of traffic accident victims at Bhayangkara Hospital, POLDA DIY.

Results : Out of 106 samples, traffic accidents occurred predominantly in males compared to females. The age group of 15–24 years recorded the highest proportion of fatalities. Motorcycles were the most dominant vehicle type among the deceased, accounting for 88 cases, with multiple-vehicle crashes being the most frequent type of accident. The time of victim recovery/discovery was most frequently in the morning (05:00–10:59). Among motorcycle users, abrasions were the most common type of injury, with the face being the most frequent injury site. Meanwhile, among car occupants, contusions predominated, with the chest being the most common location. For pedestrians, abrasions were the most frequently observed injuries, located predominantly on the lower extremities

Conclusion : Based on the research findings, the majority of traffic accident fatalities at the Forensic Installation of Bhayangkara Hospital POLDA DIY from 2020 to 2022 were male adolescents (15–24 years old). Motorcycles were the most frequent vehicle type involved, primarily in multiple-vehicle accidents. Most incidents were recorded in the morning, with abrasions on the face being the most common finding.

Kata Kunci : Kecelakaan Lalu Lintas, Pola Luka, Lokasi Luka, Derajat Luka, Kematian.

  1. S1-2026-499658-abstract.pdf  
  2. S1-2026-499658-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-499658-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-499658-title.pdf