Analisis disparitas ekonomi antarsektor di Kabupaten Maluku Tenggara tahun 1998-2003
BANDJAR, Hadi Suheimi, Prof.Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan struktur ekonomi Kabupaten Maluku Tenggara ditinjau dari Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita. Penelitian ini juga menentukan kesenjangan antarsektor dan pertumbuhan ekonomi. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber yang diterbitkan oleh BPS. Alat analisis yang digunakan adalah Klassen Typology dan Indeks Williamson yang merupakan alat untuk mengukur kesenjangan antarsektor di Kabupaten Maluku Tenggara. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan analisis Klassen Typology terdapat pola dan struktur perekonomian yang berbeda-beda antarkecamatan di Kabupaten Maluku Tenggara. Perbedaan pola dan struktur ekonomi kecamatan di Kabupaten Maluku Tenggara dapat diklasifikasikan menjadi dua kecamatan yaitu Pp. Aru dan Kei Besar yang termasuk kategori daerah yang berkembangan cepat dan satu kecamatan yang termasuk kategori daerah yang maju tapi tertekan yaitu kecamatan Kei Kecil yang juga merupakan Ibukota Kabupaten Maluku Tenggara. Berdasarkan hasil analisis Indeks Williamson menunjukan ketimpangan pendapatan per kapita antarsektor cenderung meningkat selama periode 1999-2001. Selanjutnya cenderung menurun selama periode 2001-2003 ini ditunjukan dengan hasil analisis nilai Indeks Williamson dengan rerata sebesar 0,73 persen selama periode pengamatan 1998-2003, faktor yang mempengaruhi penyebab tingkat ketimpangan tersebut adalah pendapatan perkapita antarsektor yang sangat tinggi. Menurut teori, hubungan antara pertumbuhan dan kesenjangan ekonomi sudah jelas, yaitu pembagian yang timpang lebih mampu mendorong pertumbuhan. Tetapi data empirik, terutama untuk kasus Indonesia, ada tendensi baru. Pertumbuhan dan kesenjangan pada mulanya diyakini saling bertentangan tetapi bukti-bukti baru menunjukan bahwa keduanya bisa saling melengkapi. Ada tidaknya keserasian antara kesenjangan dan pertumbuhan pada akhirnya tergantung dari kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah.
This research is aimed to identify the economic pattern and structure of South-East Maluku Regency viewed from per capita Gross Regional Domestic Income (PDRB). The research also determines inter-sector gap and economic growth. Data used are secondary data collected from various sources published by BPS. Tool of analysis used are Klassen Typology and Williamson Index, the tools to measures inter-sector gap in South-East Maluku Regency. The results of the research show that by making use of Klassen Typology analysis, different economic patterns and structures are found among sub-districs in South-East Maluku Regency. The difference in economic pattern and structure of sub-districs in South-East Maluku Regency can be classified into two districts, i.e. sub-district of Pp. Aru and Kei Besar which categorized as quickly developed region and a sub-district categorized as developed region but in under pressure position, the sub-district of Kei Kecil, which is the capital of South-East Maluku Regency. Based on the Williamson Index analysis the research found that imbalance of inter-sector per capita income tended to increase during the period of 1999-2001. The income level tended to decrease during the period of 2001- 2003 proved by analysis of Williamson Index with average of 0,73 percent during the observation period of 1998-2003, the factors affecting the imbalance is the high inter-sector per capita income. According to the theory, the relationship between economic growth and economic gap had been obvious, the imbalance distribution contributes more growth. Empirical data, however, a new tendency emerged, particularly in Indonesia. The growth and the gap firstly believed to be contradictive but new evidence demonstrated that the two are complement to each other. The existence of the harmony between the gap and the growth subjected to the policy implemented by the government.
Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi,Kesenjangan Antar Sektor, inter-sector gap, Williamson gap index, Region Typology, economic growth, per capita PDRB, Structural transformation