Ketimpangan Wilayah antar Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta
Agus Baskoro, Sugiyarto, S.P., M.Sc.; Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P.
2026 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNIS
Ketimpangan wilayah merupakan salah satu permasalahan pembangunan yang terjadi akibat perbedaan tingkat pertumbuhan ekonomi antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan PDRB, kontribusi PDRB, klasifikasi pertumbuhan ekonomi berdasarkan Tipologi Klassen, serta tingkat ketimpangan wilayah antar kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2021–2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) dan jumlah penduduk lima kabupaten/kota di DIY yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan menggunakan perhitungan pertumbuhan ekonomi, kontribusi PDRB, analisis Tipologi Klassen, dan Indeks Williamson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kabupaten/kota mengalami peningkatan PDRB selama periode penelitian. Kota Yogyakarta memiliki PDRB per kapita tertinggi dan memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB per kapita DIY. Berdasarkan analisis Tipologi Klassen, Kota Yogyakarta berada pada kategori daerah maju dan tumbuh cepat pada tahun 2024. Hasil perhitungan Indeks Williamson sebesar 0,515–0,518 menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan wilayah antar kabupaten/kota di DIY masih tergolong tinggi. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi masih terkonsentrasi di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman sehingga diperlukan pemerataan pembangunan untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Regional disparity is one of the major challenges in economic development caused by differences in economic growth across regions. This study aims to analyze Gross Regional Domestic Product (GRDP) growth, GRDP contribution, regional classification based on the Klassen Typology, and the level of regional disparity among regencies and municipality in Daerah Istimewa Yogyakarta during the 2021–2025 period. This research employs a descriptive quantitative approach using secondary data on Gross Regional Domestic Product at Constant Prices (GRDP) and population data from the five regencies and municipality in Daerah Istimewa Yogyakarta obtained from Statistics Indonesia (BPS). The data are analyzed using economic growth analysis, GRDP contribution analysis, Klassen Typology, and the Williamson Index. The results show that the regencies and municipality experience positive GRDP growth during the study period. Yogyakarta Municipality records the highest GRDP per capita and made the largest contribution to the provincial GRDP per capita. Based on the Klassen Typology, Yogyakarta Municipality is classified as a developed and fast-growing region in 2024. Furthermore, the Williamson Index ranges from 0.515 to 0.518, indicating a high level of regional disparity among regencies and municipality in Daerah Istimewa Yogyakarta. This condition suggests that economic activities remain concentrated in Yogyakarta Municipality and Sleman Regency, highlighting the need for more balanced regional development policies.
Kata Kunci : PDRB, ketimpangan wilayah, Tipologi Klassen, Indeks Williamson, Daerah Istimewa Yogyakarta.