Alienasi Kebijakan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka pada Guru SMA dan SMK di Kabupaten Gunungkidul
Audita Noor Ashfal Ashfiyaa, Puguh Prasetya Utomo, S.I.P., M.P.A., Ph.D.
2026 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk alienasi kebijakan yang dialami guru SMA dan SMK dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Gunungkidul, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta dampaknya terhadap pelaksanaan implementasi kurikulum dan kemampuan akademik siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa pada dua sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami alienasi kebijakan dalam bentuk ketidakberdayaan dan ketidakbermaknaan, yang dipengaruhi oleh faktor individu, organisasi sekolah, dan institusi kebijakan. Penelitian ini juga mengidentifikasi adanya kecenderungan sikap apatis sebagai dampak lanjutan dari pengalaman ketidakberdayaan dan ketidakbermaknaan yang berlangsung secara terus-menerus, sekaligus mengindikasikan bahwa apatisme berpotensi menjadi dimensi ketiga dalam alienasi kebijakan yang memerlukan pengujian lebih lanjut pada penelitian dengan cakupan yang lebih luas. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya motivasi guru, berkembangnya kepatuhan administratif yang bersifat formalistik, serta berkurangnya inovasi dalam pembelajaran. Temuan ini memperkaya kajian alienasi kebijakan sekaligus memberikan rekomendasi bagi pemerintah dan sekolah untuk menciptakan implementasi kebijakan yang lebih partisipatif, adaptif, dan kontekstual.
This study aims to analyze the forms of policy alienation experienced by senior high school (SMA) and vocational high school (SMK) teachers in the implementation of the Merdeka Curriculum in Gunungkidul Regency, the factors influencing its occurrence, and its impact on curriculum implementation and students' academic achievement. This study employed a qualitative approach with a phenomenological design. Data were collected through in-depth interviews with principals, teachers, and students from two secondary schools. The findings reveal that teachers experience policy alienation in the forms of powerlessness and meaninglessness, which are influenced by individual, organizational, and institutional factors. The study also identifies a tendency toward teacher apathy as a subsequent consequence of prolonged experiences of powerlessness and meaninglessness, while indicating that apathy has the potential to become a third dimension of policy alienation, subject to further investigation in studies with broader research settings. These conditions contribute to declining teacher motivation, increasing formalistic administrative compliance, and reduced instructional innovation. The findings enrich the literature on policy alienation and provide recommendations for policymakers and schools to promote a more participatory, adaptive, and context-sensitive policy implementation process.
Kata Kunci : Alienasi Kebijakan, Kurikulum Merdeka, Guru, Implementasi Kebijakan Pendidikan, Ketidakberdayaan, Ketidakbermaknaan, Apatisme