DAMPAK VARIABILITAS CURAH HUJAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI DI DAERAH IRIGASI BLAWONG BANTUL SELATAN
Ardelia Saphira Evani, Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho, S.T.P., M.Agr., Ph.D., IPU. ASEAN Eng. , Chandra Setyawan, STP., M.Eng., Ph.D., IPM. ASEAN Eng., APEC Eng
2026 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN
Variabilitas curah hujan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap sektor pertanian, khususnya produktivitas padi dan ketahanan pangan. Daerah Irigasi Blawong, Kabupaten Bantul, sebagai wilayah pertanian yang bergantung pada sistem irigasi, sangat dipengaruhi oleh perubahan pola dan intensitas curah hujan. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang mampu menggambarkan hubungan antara variabilitas curah hujan, produktivitas padi, dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola dan variabilitas curah hujan tahunan maupun musiman di wilayah Daerah Irigasi Blawong, menganalisis hubungan antara curah hujan dengan produktivitas padi pada lahan sawah irigasi, serta menilai pengaruh perubahan curah hujan terhadap ketahanan pangan lokal, terutama ketersediaan beras di tingkat petani dan wilayah dan pola tanam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data curah hujan periode penelitian, data produktivitas padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daerah Irigasi Blawong memiliki pola curah hujan monsunal dengan curah hujan tertinggi pada bulan Maret sebesar 657,60 mm/bulan dan terendah pada bulan Agustus sebesar 9,00 mm/bulan. Variabilitas curah hujan tertinggi terjadi pada musim kemarau dengan nilai koefisien variasi mencapai 217,16%, sehingga memengaruhi ketersediaan air irigasi, produktivitas padi, dan menjadi dasar dalam penyusunan pola tanam serta strategi adaptasi pertanian di wilayah penelitian.
Kata kunci: variabilitas curah hujan, produktivitas padi, ketahanan pangan, daerah irigasi, pola tanam
Rainfall variability is one of the factors affecting the agricultural sector, particularly rice productivity and food security. Blawong Irrigation Area, Bantul Regency, as an agricultural region that depends on an irrigation system, is highly influenced by changes in rainfall patterns and intensity. Therefore, a study is needed to describe the relationship between rainfall variability, rice productivity, food security, and cropping patterns in the area.
This study aims to identify the annual and seasonal patterns and variability of rainfall in the Blawong Irrigation Area, analyze the relationship between rainfall and rice productivity in irrigated paddy fields, and assess the impact of rainfall variability on local food security, particularly rice availability and cropping patterns.
This study employed a quantitative approach using rainfall and rice productivity data during the study period. The results indicate that the Blawong Irrigation Area has a monsoonal rainfall pattern, with the highest average rainfall occurring in March (657.60 mm/month) and the lowest in August (9.00 mm/month). The highest rainfall variability occurred during the dry season, with a coefficient of variation of 217.16%, indicating significant fluctuations in rainfall. These conditions affect irrigation water availability and rice productivity and can serve as a basis for determining cropping patterns and developing agricultural adaptation strategies in the study area.
Keywords: rainfall variability, rice productivity, food security, irrigation area, cropping pattern
Kata Kunci : Kata kunci: variabilitas curah hujan, produktivitas padi, ketahanan pangan, daerah irigasi, pola tanam