Laporkan Masalah

Pengaruh Konfigurasi Geometri Pengukuran terhadap Ketelitian Koordinat Hasil Penentuan Posisi Metode Reseksi

Husnun Eka Meilani, Dr. Ir. Yulaikhah, S.T., M.T., IPU

2026 | Skripsi | TEKNIK GEODESI

Metode reseksi merupakan salah satu teknik penentuan posisi yang banyak
digunakan dalam survei dan pemetaan karena memungkinkan koordinat titik berdiri alat
ditentukan tanpa harus mendirikan instrumen pada titik kontrol yang telah diketahui
koordinatnya. Ketelitian koordinat yang dihasilkan oleh metode ini dipengaruhi oleh
konfigurasi geometri pengamatan, yaitu besar sudut horizontal dan jarak pengukuran
terhadap titik-titik kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi
sudut horizontal dan jarak pengukuran terhadap ketelitian koordinat hasil penentuan posisi
menggunakan metode reseksi.
Penelitian dilakukan melalui tahapan studi literatur, survei pendahuluan,
perancangan desain pengukuran, pengumpulan data lapangan, uji kualitas data,
pengolahan data, dan uji statistik. Pengukuran dilaksanakan menggunakan Total Station
Topcon GM-55 pada 21 titik reseksi yang tersebar pada tiga jalur pengamatan, yaitu kiri,
tengah, dan kanan, dengan variasi sudut horizontal berkisar antara 10°10?47? hingga
66°49?08?. Setiap titik reseksi diukur menggunakan dua titik kontrol yang telah diketahui
koordinatnya. Data hasil pengamatan diolah menggunakan metode hitung perataan kuadrat
terkecil model parameter, kemudian dilakukan uji global menggunakan distribusi Fisher
pada tingkat kepercayaan 95%, serta uji korelasi Spearman untuk mengetahui kekuatan
hubungan antara sudut horizontal dan jarak pengukuran terhadap simpangan baku
koordinat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar sudut horizontal yang terbentuk,
semakin tinggi ketelitian koordinat yang dihasilkan. Titik dengan sudut terbesar, yaitu M1
(66°49?08?), menghasilkan simpangan baku koordinat terkecil sebesar ?X = 3,122 mm dan
?Y = 2,233 mm, sedangkan titik dengan sudut terkecil, yaitu L7 (10°10?47?), menghasilkan
simpangan baku terbesar sebesar ?X = 20,990 mm. Selain sudut, jarak pengukuran turut
memengaruhi ketelitian koordinat, dengan simpangan baku dan selisih koordinat yang
cenderung meningkat seiring bertambahnya jarak titik reseksi terhadap titik kontrol.
Selisih koordinat antara hasil pengukuran dan hasil perataan juga cenderung meningkat
seiring dengan semakin kecilnya sudut reseksi. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan
hubungan yang sangat kuat dan signifikan pada kedua variabel, yaitu rs = ?0,8156 untuk
sudut horizontal dan rs = 0,8091 untuk jarak pengukuran (p < 0>horizontal bersifat relatif lebih dominan dibandingkan jarak pengukuran. Konfigurasi
sudut horizontal di atas 30° menghasilkan ketelitian koordinat yang lebih baik, sedangkan
sudut di bawah 12°–14° menyebabkan penurunan ketelitian. Oleh karena itu, besar sudut
horizontal dan jarak pengukuran perlu menjadi pertimbangan dalam perencanaan dan
pelaksanaan pengukuran reseksi untuk memperoleh ketelitian koordinat yang optimal.
Kata kunci: metode reseksi, sudut horizontal, ketelitian koordinat, Total Station

The resection method is one of the positioning techniques widely used in surveying
and mapping because it enables the coordinates of an instrument station to be determined
without setting up the instrument on a control point with known coordinates. The
coordinate accuracy obtained from this method is influenced by the observation geometry,
namely the horizontal angle and the measurement distance to the control points. This study
aims to analyze the effect of horizontal angle and measurement distance variation on the
coordinate accuracy of position determination using the resection method.
The research was conducted through several stages, including literature review,
preliminary survey, measurement design, field data collection, data quality assessment,
data processing, and statistical testing. Measurements were carried out using a Topcon
GM-55 Total Station at 21 resection points distributed along three observation lines,
namely the left, middle, and right lines, with horizontal angles ranging from 10°10?47? to
66°49?08?. Each resection point was observed using two control points with known
coordinates. The observation data were processed using the least squares adjustment
method with the parametric model, followed by a global test based on the Fisher
distribution at a 95% confidence level, and a Spearman correlation test to determine the
strength of the relationship between angle and distance and coordinate standard deviation.
The results indicate that larger horizontal angles generally produce higher coordinate
accuracy. The point with the largest angle, M1 (66°49?08?), yielded the smallest coordinate
standard deviations of ?X = 3.122 mm and ?Y = 2.233 mm, whereas the point with the
smallest angle, L7 (10°10?47?), produced the largest standard deviation of ?X = 20.990
mm. In addition to angle, measurement distance also affected coordinate accuracy, with
standard deviations and coordinate differences tending to increase as the distance between
the resection point and the control points increased. The coordinate differences between
the measured coordinates and the adjusted coordinates also tended to increase as the
resection angle decreased. The Spearman correlation test showed a very strong and
significant relationship for both variables, with rs = ?0.8156 for horizontal angle and rs =
0.8091 for measurement distance (p < 0>more dominant factor. Horizontal angles greater than 30° provide better coordinate
accuracy, while angles below 12°–14° lead to a significant decrease in accuracy. Therefore,
both the horizontal angle and the measurement distance should be considered in the
planning and implementation of resection surveys to achieve optimal coordinate accuracy.
Keywords: resection method, horizontal angle, coordinate accuracy, Total Station

Kata Kunci : metode reseksi, sudut horizontal, ketelitian koordinat, Total Station

  1. S1-2026-506141-abstract.pdf  
  2. S1-2026-506141-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-506141-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-506141-title.pdf