Fenomena Learning Loss pada Masa Pandemi Covid-19: Studi Kasus Sebuah Sekolah Dasar Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta
Rohmah Yuni Astuti, Dr. Puguh Prasetya Utomo, MPA
2026 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan besar dalam sistem pendidikan di
Indonesia, termasuk diterapkannya kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
sebagai upaya mengurangi penyebaran virus di lingkungan pendidikan. Namun,
pelaksanaan PJJ menimbulkan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran,
khususnya pada siswa sekolah dasar yakni munculnya fenomena learning loss.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak implementasi kebijakan
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terhadap terjadinya learning loss pada
siswa sekolah dasar serta mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya
learning loss selama pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah
penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di
sebuah Sekolah Dasar Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan melibatkan
siswa, guru, dan orang tua sebagai informan penelitian. Data diperoleh melalui
wawancara mendalam dan menggunakan analisis kualitatif secara deskriptif
interpretatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Pembelajaran
Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19 belum berjalan secara optimal sehingga
memunculkan fenomena learning loss pada siswa sekolah dasar. Learning
loss terlihat dari menurunnya kemampuan memahami materi, rendahnya motivasi
belajar, keterlambatan kemampuan membaca, menurunnya kemandirian belajar, serta
kesulitan siswa dalam mengikuti pembelajaran tatap muka setelah pandemi.
Pembelajaran daring yang berlangsung dalam waktu lama menyebabkan interaksi
antara guru dan siswa menjadi terbatas sehingga proses pembelajaran tidak
berlangsung secara maksimal. Selain itu, peran orang tua menjadi salah satu
determinan utama yang memengaruhi variasi learning loss pada siswa. Siswa
yang memperoleh pendampingan belajar secara optimal dari orang tua cenderung
lebih mampu mengikuti pembelajaran daring dibandingkan siswa yang kurang
memperoleh pendampingan. Sebaliknya, keterbatasan waktu dan kesibukan orang tua
menyebabkan proses pendampingan belajar menjadi kurang optimal sehingga siswa
lebih rentan mengalami learning loss. Dengan demikian, penelitian ini
menunjukkan bahwa learning loss pada siswa sekolah dasar selama pandemi
Covid-19 tidak hanya berkaitan dengan penurunan hasil belajar akademik, tetapi
juga mencakup menurunnya kualitas proses belajar siswa secara menyeluruh akibat
keterbatasan pembelajaran daring.
The Covid-19 pandemic caused major changes in the education system in
Indonesia, including the implementation of School Closure Policy as an effort
to reduce the spread of the virus in educational environments. However, the
implementation of this policy created various problems in the learning process,
particularly among elementary school students, including the emergence of the
learning loss phenomenon. This study aims to examine the impact of the
implementation of School Closure Policy on the occurrence of learning loss
among elementary school students and to identify the factors influencing
learning loss during the Covid-19 pandemic. The research employed a qualitative
method with a phenomenological approach. The study was conducted at a public
elementary school in the Special Region of Yogyakarta involving students,
teachers, and parents as research informants. Data were collected through
in-depth interviews and analyzed using descriptive interpretative qualitative
analysis.
The findings of the study indicate that the implementation of School
Closure Policy during the Covid-19 pandemic had not been carried out optimally,
resulting in the emergence of learning loss among elementary school students.
Learning loss was reflected in students’ decreased ability to understand
learning materials, low learning motivation, delays in reading skills
development, reduced learning independence, and difficulties in participating
in face-to-face learning after the pandemic. Prolonged online learning limited
interactions between teachers and students, causing the learning process to
become less effective. In addition, parental involvement became one of the main
determinants influencing variations in students’ learning loss. Students who
received optimal learning assistance from their parents tended to adapt better
to online learning compared to those who received limited assistance. On the
other hand, parents’ limited time and work-related busyness resulted in less
effective learning supervision, making students more vulnerable to learning
loss. Therefore, this study shows that learning loss among elementary school
students during the Covid-19 pandemic was not only related to declining
academic achievement, but also to the overall decline in the quality of
students’ learning processes due to the limitations of online learning.
Kata Kunci : Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Learning Loss, Siswa Sekolah Dasar, Pandemi Covid-19, Peran Orang Tua