Eksploitasi Pekerja Migran Indonesia dalam Industri Cyber-Scam di Myanmar melalui Lensa Human Security
Mufti Aida Miladia Noor, Prof. Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, S.IP.., M.P.P, M.Sc
2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Penelitian ini meneliti bagaimana eksploitasi penipuan siber
di Myanmar merupakan ancaman Human Security multidimensi bagi pekerja
migran Indonesia. Penelitian ini menganalisis bagaimana operasi penipuan siber
mengancam keamanan ekonomi, pribadi, dan politik, sekaligus mengungkap
keterbatasan mekanisme perlindungan yang berpusat pada negara. Dengan
menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif, penelitian ini
mengandalkan wawancara semi-terstruktur dengan perwakilan Serikat Buruh Migran
Indonesia dan Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia di Kementerian
Luar Negeri, yang didukung oleh laporan dari organisasi internasional,
literatur akademis, dan dokumen pemerintah. Temuan menunjukkan bahwa
ketidakamanan ekonomi diciptakan melalui perekrutan yang menipu dan paksaan
berbasis utang; ketidakamanan pribadi melalui kekerasan, intimidasi, penahanan,
dan kejahatan paksa; serta ketidakamanan politik melalui ambiguitas hukum,
kedaulatan yang terfragmentasi, dan mekanisme perlindungan yang reaktif. Secara
keseluruhan, dimensi-dimensi ini saling memperkuat dan mempertahankan
eksploitasi. Penelitian ini menarik kesimpulan bahwa eksploitasi melalui
penipuan siber merupakan krisis Human Security multidimensi yang
melampaui pemahaman konvensional mengenai eksploitasi tenaga kerja, perdagangan
manusia, dan kejahatan siber. Studi ini menyoroti perlunya perlindungan yang
lebih preventif dan adaptif melalui tata kelola migrasi yang lebih kuat,
koordinasi antar lembaga, dan kerja sama regional.
This study examines how cyber-scam
exploitation in Myanmar constitutes a multidimensional Human Security threat to
Indonesian migrant workers. It analyzes how these operations threaten economic,
personal, and political security while revealing the limitations of
state-centric protection mechanisms. Employing a qualitative, descriptive case
study approach, the research relies on semi-structured interviews with
representatives from Serikat Buruh Indonesia (SBMI) and the Directorate for the
Protection of Indonesian Citizens at the Ministry of Foreign Affairs,
supplemented by reports from international organizations, academic literature,
and government documents. The findings indicate that economic insecurity arises
from deceptive recruitment and debt-based coercion; personal insecurity stems
from violence, intimidation, confinement, and forced participation in criminal
activities; and political insecurity results from legal ambiguity, fragmented
sovereignty, and reactive protection mechanisms. Collectively, these dimensions
reinforce one another and perpetuate the exploitation. The study concludes that
cyber-scam exploitation represents a multidimensional Human Security crisis
that transcends conventional understandings of labor exploitation, human
trafficking, and cybercrime. It highlights the need for more preventive and
adaptive protection measures through strengthened migration governance,
inter-agency coordination, and regional cooperation.
Kata Kunci : Human Security, Eksploitasi Penipuan Siber, Pekerja Migran Indonesia, Myanmar, Perlindungan Negara