Laporkan Masalah

Analisis potensi pinjaman daerah sebagai alternatif sumber pembiayaan pembangunan di Kabupaten Cilacap tahun anggaran 1998/1999-2009

PRASETYA, Bayu Andy, Prof.Dr. Iswardono Sardjono Permono, MA

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pinjaman daerah sebagai alternatif sumber pembiayaan pembangunan di Kabupaten Cilacap. Potensi pinjaman daerah dapat diketahui dengan menganalisis batas maksimum pinjaman dan nilai Debt Service Coverage Ratio (DSCR). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cilacap selama periode 1998/1999 – 2004, yang akan dipergunakan untuk proyeksi tahun anggaran 2005-2009. Data tersebut meliputi, penerimaan daerah yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD), bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak (BHP/BHBP) atau bagian daerah serta sumbangan dan bantuan atau dana alokasi umum (DAU). Data belanja wajib sesuai UU Nomor 33 tahun 2004 berupa belanja pegawai dan belanja anggota DPRD. Data dan Informasi diperoleh dari Bagian Keuangan Setda Kabupaten Cilacap, Sekretariat Dewan DPRD Cilacap, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Batas Maksimum Pinjaman dan Debt Service Coverage Ratio (DSCR) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2000 dan Undang-undang Nomor 33 tahun 2004. Alat analisis penunjang adalah analisis nilai sekarang anuitas (NSA) dan nilai sekarang faktor bunga anuitas (NSFBA) untuk menghitung angsuran pinjaman dan perhitungan estimasi trend dengan model kuadrat terkecil. Hasil penelitian ini menunjukkan Kabupaten Cilacap memiliki potensi melakukan pinjaman yang cukup besar, pada tahun anggaran 2005 meliliki potensi sebesar Rp267.741.844.233,00. Hasil analisis DSCR menunjukkan kemampuan Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk mengembalikan pokok pinjaman beserta bunganya dengan berbagai alternatif periode pinjaman dan tingkat suku bunga. Namun demikian walaupun dari analisis DSCR sudah memenuhi ketentuan, namun perlu juga diperhatikan angsuran pinjaman tiap tahunnya. Angsuran pinjaman tiap tahun diusahakan tidak membebani APBD Kabupaten Cilacap, dan selama tahun anggaran 1998/1999 – 2004 setiap tahunnya secara rata-rata ada sisa dana sebesar Rp5.328.336.977,00. Sisa dana ini bisa digunakan untuk mengangsur pinjaman, dengan jumlah pinjaman bervariasi tergantung periode pinjaman dan tingkat suku bunga pinjamannya

This research aims to find potential of local government borrowing as alternative source to finance development in Local Government Cilacap. Potential of local government borrowing knew by analize maximum limit of debt and analize the value of Debt Service Coverage Ratio (DSCR). The data used in the research is secondary data, that is the realization of Regional Budget of Revenue and Expenditure (APBD) of Cilacap regency government in the period of budget years 1998/1999-2004. The data comprises regional incomes including Regional Origin Revenue (PAD), tax output share/non-tax output share (BHP/BHPB) or regional area as well as contribution and support or Public Allocated Fund (DAU). Whereas the data of regonal obligatory expenses appropriate includes official expenses and member of regional citizens representation council expenses, obtained from the account division of Central Bureau of Statistics (BPS) of Cilacap regency. Instrument’s analysis applied in the research are analysis of maximum limit of debt and analysis Debt Service Coverage Ratio (DSCR), according to Government Regulation No. 107/2000 and Government enactment No. 33/2004. Supporting analysis tools are present value of annuity and present value interest factor for an annuity to calculate annual installment of debt, also least square’s method to estimate trend revenue and expenditure. The result show that Cilacap regency have big potency in budget year 2005 to get enough debt up to Rp267,741,844,233.00. The result analysis DSCR show Cilacap regency government ability to pay back principal and interest of debt with much alternative period and interest rate of debt. However the analysis of DSCR accordance with the rule, but still have attention about annual installment of debt. The annual instalment of debt do not very load the budget (APBD), and during budget years 1998/1999-2004, in average, every years have remaind funds Rp5,328,336,977.00. This remaind funds can use to installment of debt, with varying cumulatife amount of debt depends on the debt peroid and the interest rate of debt

Kata Kunci : Pembangunan Daerah, Pinjaman Daerah, Local government borrowing, Maximum limit of debt (BMP), Debt Service Coverage Ratio(DSCR).


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.