Dampak pelaksanaan program Pengembangan Kecamatan terhadap omset masyarakat di Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow
RORINGKON, Linda Novie, Dr. Soeratno, M.Ec
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bermaksud mengetahui dampak Program Pengembangan Kecamatan (PPK) terhadap Pengentasan Kemiskinan di Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow. Aspek yang diteliti meliputi omset masyarakat sebelum dan sesudah adanya PPK, pembangunan sarana dan prasarana terhadap pemberdayaan masyarakat dalam upaya mengurangi jumlah penduduk miskin. Omset dianalisis menggunakan alat analisis Uji Beda Dua Rata-rata, sedangkan analisis deskriptif digunakan untuk mengevaluasi Pelaksanaan PPK terhadap Pengentasan Kemiskinan. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan satu sisi didapat z tabel sebesar 1,65, ini berarti bahwa nilai z hitung lebih besar dari z tabel ( -11,246 > 1,65) dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan sebelum dan sesudah adanya bantuan Program atau adanya peningkatan pendapatan masyarakat setelah menerima bantuan Program Pengembangan Kecamatan. PPK dilaksanakan untuk mempercepat pengentasan Kemiskinan di Perdesaan melalui bantuan dana bergulir, pembangunan sarana dan prasarana yang ada di desa. Pelaksanaan di Kecamatan Modayag dimulai dari tahun 2004 sampai sekarang, dengan total dana yang disalurkan untuk tahun 2004 sebesar 1 (satu) Miliar rupiah, yang digunakan untuk pembangunan Sarana dan Prasarana yang ada sebesar Rp 786.464.915 atau 78,65 persen, bantuan untuk bea siswa untuk 35 anak bagi keluarga yang tidak mampu sebesar Rp 95.000.000 atau 9,5 persen, untuk bantuan dana bergulir sebesar Rp 68.500.000 atau 6,85 persen, dan biaya operasional sebesar Rp 35.035.085 atau 3.50 persen.
The aim of the research is to identify impact of subdistrict development program (PPK) on poverty elimination in Modayag subdistrict, District of Bolaang Mongondow. Aspects studied consist of income of PPK fund receiver before and after program implemented, infrastructure, and facility development, and its impact of people empowerment in reducing the poor people. Income is analyzed using analytical tools of differential test and double average, while descriptive analysis is used to evaluate implementation of PPK toward poverty elimination. Based on result of analysis using two parties there is ztabel of 1.65. It means that score of zcount is small than ztable (-11.246 < -1.65) and the conclusion is that Ha is accepted and Ho is rejected. Therefore, there is significant difference of income before and after the program aid. The income of society increases after they received the aid. Subdistrict development program is carried out to accelerate poverty elimination in rural area through turning fund aid and development of facilities and infrastructure in villages. The implementation in Modayag subdistrict was begun from 2004 until now, with total fund distributed for 2004 was Rp 1 billion. The fund was used to build facilities and infrastructure of Rp786,464,915 or 78.65 gratuity, forscholarship aid for 35 children of poor family of Rp95,000,000 or 9.5 gratuity, for turning fund aid of Rp68,500,000 or 6,85 gratuity, and for operational cost of Rp35,035,085 or 3.50 gratuity.
Kata Kunci : Kemiskinan,Program Pengembangan Kecamatan, Subdistrict development program, people empowerment, Poverty elimination.