Analisis Keterlibatan Masyarakat Dusun Duren pada Hutan Adat Wonosadi menggunakan Algoritma Chi-Square Automatic Interaction Detection
Lathifah Jihan Ryanputri, Prof. Dr. Ir. Ronggo Sadono, IPM.
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
Hutan Adat Wonosadi merupakan kawasan hutan berbasis kearifan lokal di Desa Beji, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dikelola secara turun-temurun berdasarkan nilai adat, kelembagaan lokal, dan praktik kolektif masyarakat. Keberhasilan pengelolaan tersebut sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Namun, tingkat keterlibatan masyarakat tidak selalu sama sehingga perlu dipahami faktor-faktor yang memengaruhinya untuk mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk keterlibatan masyarakat Dusun Duren dalam pengelolaan Hutan Adat Wonosadi serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 78 responden yang dipilih secara simple random sampling, kemudian dianalisis menggunakan algoritma Chi-Squared Automatic Interaction Detection (CHAID). Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci menggunakan teknik purposive sampling untuk memperdalam dan memverifikasi hasil kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,3% responden bersedia terlibat dalam pengelolaan Hutan Adat Wonosadi. Bentuk keterlibatan masyarakat meliputi kegiatan ritual adat, kegiatan pemeliharaan hutan, dan pengambilan keputusan. Analisis CHAID menghasilkan model dengan tingkat akurasi klasifikasi sebesar 96,2% (Risk Estimate = 0,038) dan menunjukkan bahwa motivasi pribadi merupakan faktor yang paling dominan, diikuti keterlibatan dalam kegiatan pemeliharaan hutan dan pengetahuan tentang hutan. Hasil wawancara mengonfirmasi bahwa motivasi masyarakat dipengaruhi oleh nilai sosial budaya, ekonomi, adat, kesadaran ekologis, dan kelembagaan lokal. Dengan demikian, penguatan motivasi, peningkatan pengetahuan, dan pelibatan masyarakat dalam kegiatan pemeliharaan hutan menjadi strategi penting untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan Hutan Adat Wonosadi.
Wonosadi Customary Forest is a local wisdom-based forest located in Beji Village, Ngawen District, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta, which has been managed for generations based on customary values, local institutions, and collective community practices. The success of its management largely depends on the active involvement of the local community. However, the level of community involvement varies, highlighting the need to understand the factors influencing community involvement to support sustainable forest management. Therefore, this study aimed to identify the forms of community involvement in the management of Wonosadi Customary Forest and to analyze the factors influencing community involvement among the residents of Duren Hamlet. This study employed a mixed methods approach using a sequential explanatory design. Quantitative data were collected through questionnaires administered to 78 respondents selected using simple random sampling and analyzed using the Chi-Squared Automatic Interaction Detection (CHAID) algorithm. Qualitative data were obtained through in-depth interviews with key informants using purposive sampling to further explain and validate the quantitative findings. The results showed that 83.3% of the respondents were willing to participate in the management of Wonosadi Customary Forest. Community involvement was reflected in customary ritual activities, forest maintenance activities, and participation in decision-making. The CHAID analysis produced a classification model with an accuracy of 96.2% (Risk Estimate = 0.038) and identified personal motivation as the most influential factor, followed by participation in forest maintenance activities and knowledge of the forest. The interview findings confirmed that community motivation was influenced by socio cultural and economic values, customary traditions, ecological awareness, and local institutions. Therefore, strengthening community motivation, improving knowledge of the ecological functions and historical values of Wonosadi Customary Forest, and encouraging greater community participation in forest maintenance activities are essential strategies for supporting the sustainable management of Wonosadi Customary Forest.
Kata Kunci : Hutan Adat Wonosadi, Keterlibatan Masyarakat, CHAID, Mixed Methods.