Laporkan Masalah

Identifikasi Kecamatan sebagai pusat pertumbuhan wilayah di Kabupaten Aceh tengah

ARISTONI, Ami, Dr. Soetawo Hadiwigeno, MA

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan pertama; untuk mengetahui kecamatankecamatan mana yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan wilayah, kedua; untuk menentukan kecamatan-kecamatan mana sebagai daerah sekitar (hinterland) dari pusat pertumbuhan, ketiga; untuk mengetahui spesialisasi keunggulan kecamatan-kecamatan yang menjadi pusat pertumbuhan dengan melihat komoditas unggulan di tiap kecamatan pusat pertumbuhan, keempat; untuk mengetahui sensitifitas hinterland dengan dibangunnya jalan, pembangunan infrastruktur ekonomi, pembangunan infrastruktur sosial dan pembangunan infrastruktur pemerintahan. Pendekatan yang digunakan pertama; Analisis Scalogram, kedua; Analisis Gravitasi, ketiga; Analisis Location Quotient (LQ), keempat; Analisis Sensitifitas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang meliputi data fasilitas ekonomi, fasilitas sosial dan fasilitas pemerintahan , jumlah penduduk, jarak antar kecamatan, perkembangan Produk Domistik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Aceh Tengah priode 2000-2003 dan data produksi komoditas dominan sektor pertanian tiap kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Diperoleh hasil bahwa kecamatan yang dapat berperan sebagai pusat pertumbuhan wilayah, yaitu Kecamatan Lut Tawar, Kecamatan Bebesen, Kecamatan Silih Nara dan Kecamatan Pegasing. Adapun yang menjadi hinterland dari Kecamatan Lut Tawar adalah Kecamatan Bintang, Kecamatan Bebesen dengan hinterland Kecamatan Kute Panang dan Kecamatan Kebayakan, Kecamatan Silih Nara dengan hinterland Kecamatan Ketol sedangkan Kecamatan Pegasing dengan hinterland Kecamatan Linge dan Kecamatan Celala. Setiap wilayah pusat-pusat pertumbuhan didukung wilayah pengembangan dengan komoditas dominan yang dapat dikategorikan sebagai komoditas unggulan. Untuk pusat pertumbuhan Kecamatan Lut Tawar memiliki komoditas unggulan, yaitu; komoditas kopi, tembakau, casia vera wangi, kina dan kemiri. Pusat pertumbuhan Kecamatan Bebesen memiliki komoditas unggulan, yaitu; komoditas kopi, tebu, jahe, dan kunyit. Pusat pertumbuhan Kecamatan Silih Nara memiliki komoditas unggulan, yaitu; komoditas kopi, tembakau, nilam, tebu, casia vera wangi, kakau, kunyit dan kemiri, sedangkan pusat pertumbuhan Kecamatan Pegasing memiliki komoditas unggulan, yaitu; kopi, tembakau, casia vera wangi, dan kemiri. Dengan adanya pembangunan jalan baru, pembangunan infrastruktur ekonomi, pembangunan infrastruktur sosial dan pembangunan infrastruktur pemerintahan maka kemungkinan di kemudian hari Kecamatan Bintang dan Kecamatan Linge bisa pula menjadi pusat pertumbuhan yang baru.

This study is to: first, understand which sub-districts have potency to be developed as local growth centers; second, determine which sub-districts are hinterland from the growth centers; third, examine excellence specialization of sub-districts that become growth centers by seeing excellent commodities in each of sub-districts as growth centers; fourth, know hinterland sensitivity with developments of new roads; economic, social, governmental infrastructures. The methods used were: first, scalogram analysis; second, gravitation analysis; third, LQ (location quotient) analysis; fourth, sensitivity analysis. Data used in this study were secondary data consisting of data economic, social, and governmental facilities; total population, distance from sub-districts, Gross Regional Domestic Product (RGDP) development in the District (regency) of Central Aceh from 2000 to 2003; and dominant commodity production of agricultural sector in each of sub-districts around the District of Central Aceh. The results of study indicated that sub-districts which played a role in the local growth were sub-districts of Laut Tawar, Bebesen, Silih Nara, and Pegasing. The sub-districts which became hinterland in Lut Tawar were subdistricts of Bintang, Bebesen, whith hinterland of sub-districts of Kute Panang and Kebayakan, Silih Nara with hinterland of sub-districts of Ketol, whereas subdistricts of Pegasing with hinterland of sub-districts of Linge and Celala. Each region of growth centers was supported by development region with dominant commodities which could be categorized as excellent commodities, such as, coffees, tobaccos and walnuts. The growth center of Bebesen sub-district had excellent comodities, such as and coffees. The growth center of Silih Nara sub-districts had excellent commodities, such as, coffees, tobaccos, and casia vera wangi; whereas, the growth center of Pegasing sub district had excellent comodities, such as, coffees and casia vera wangi.Given developments of new roads, economic, social and governmental infrastuctures; then, perhaps, the subdistricts of Bintang and Linge would also become new growth centers.

Kata Kunci : Pembangunan Ekonomi,Pertumbuhan Wilayah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.