Laporkan Masalah

Deteksi Zona Potensi Penangkapan Ikan Berdasarkan Klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut di Perairan Sadeng Menggunakan Citra Satelit Aqua MODIS

Daffa Nauval Desandria, Ir. Abdul Basith, S.T., M.Si., Ph.D.

2026 | Skripsi | TEKNIK GEODESI

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng merupakan salah satu pelabuhan dengan produksi ikan tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, pada tahun 2022 dan 2023, pelabuhan ini mengalami penurunan jumlah tangkapan ikan yang cukup besar. Nelayan masih menggunakan insting atau pengalaman dalam mencari lokasi penangkapan ikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memprediksi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) di perairan Sadeng menggunakan citra satelit untuk mengamati dua parameter kelautan, yaitu konsentrasi klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut (SPL). Informasi prediksi ZPPI dapat dimanfaatkan nelayan untuk memudahkan dalam operasi penangkapan ikan dan meningkatkan hasil tangkapan ikan.

Penelitian ini dilakukan di wilayah penangkapan ikan PPP Sadeng menggunakan data Citra Satelit Aqua MODIS Level 3 dari bulan Januari 2022 sampai Desember 2023. Nilai klorofil-a dan suhu permukaan laut diekstraksi menggunakan perangkat lunak SeaDAS. Prediksi area ZPPI ditentukan dengan menggabungkan kedua parameter tersebut melalui metode weighted overlay pada perangkat lunak QGIS. Untuk melihat hubungan ZPPI terhadap tangkapan ikan, penelitian ini menggunakan data Catch Per Unit Effort (CPUE) bulanan yang diperoleh dari perbandingan antara total tangkapan ikan dengan jumlah upaya penangkapan. Hubungan antara parameter klorofil-a, suhu permukaan laut dan nilai ZPPI terhadap CPUE kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji korelasi non-parametrik Spearman.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi spasial dan temporal SPL serta klorofil-a bervariasi mengikuti siklus musim yang dikendalikan oleh aktivitas angin muson. Pada tahun 2023, terdeteksi anomali berupa fenomena iklim global El Niño kuat yang memperpanjang periode upwelling, sehingga memicu penurunan signifikan SPL dan ledakan klorofil-a yang mencapai puncaknya pada bulan Oktober (2,684 mg/m³). Distribusi ZPPI memprediksikan bahwa area penangkapan "sangat potensial" umumnya muncul pada musim barat dan musim peralihan I dengan sebaran yang cukup menyebar di wilayah penangkapan ikan. Namun, hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa nilai SPL memiliki korelasi negatif tingkat sedang (-0,380), klorofil-a berkorelasi positif lemah (0,227), dan ZPPI berkorelasi negatif lemah (-0,252) terhadap nilai CPUE nelayan. Kesimpulannya, variabilitas parameter oseanografi dan prediksi ZPPI yang dihasilkan tidak memiliki pengaruh yang kuat terhadap fluktuasi hasil tangkapan ikan di wilayah penangkapan ikan PPP Sadeng.

Sadeng Coastal Fishing Port (PPP Sadeng) is one of the ports with the highest fish production in the Special Region of Yogyakarta. However, in 2022 and 2023, this port experienced a significant decrease in fish catches. Fishermen still rely on their instinct and experience to find fishing locations. Therefore, this study aims to predict the Potential Fishing Zones (PFZ) in Sadeng waters using satellite imagery to observe two oceanographic parameters: chlorophyll-a concentration and Sea Surface Temperature (SST). The PFZ prediction information can be utilized by fishermen to facilitate their fishing operations and increase their catch.

This research was conducted in the fishing grounds of PPP Sadeng using Aqua MODIS Level 3 Satellite Imagery data from January 2022 to December 2023. Chlorophyll-a and SST values were extracted using SeaDAS software. The prediction of PFZ areas was determined by combining these two parameters through the weighted overlay method in QGIS software. To understand the relationship between PFZ and fish catches, this study used monthly Catch Per Unit Effort (CPUE) data, obtained from the ratio of total fish catch to the number of fishing efforts. The relationship between chlorophyll-a, SST, and PFZ values with CPUE was then statistically analyzed using the Spearman non-parametric correlation test.

The results showed that the spatial and temporal distribution of SST and chlorophyll-a varied following the seasonal cycle controlled by monsoon winds. In 2023, an anomaly was detected in the form of a strong global El Niño phenomenon which prolonged the upwelling period, triggering a significant drop in SST and a chlorophyll-a bloom that peaked in October (2.684 mg/m³). The PFZ distribution predicted that "highly potential" fishing areas generally appeared during the west monsoon and the first transitional season, spreading widely across the fishing grounds. However, the Spearman correlation test results indicated that SST had a moderate negative correlation (-0.380), chlorophyll-a had a weak positive correlation (0.227), and PFZ had a weak negative correlation (-0.252) with the fishermen's CPUE. In conclusion, the variability of oceanographic parameters and the generated PFZ predictions did not have a strong influence on the fluctuation of fish catches in the PPP Sadeng fishing grounds.

Kata Kunci : Zona Potensi Penangkapan Ikan, Klorofil-a, Suhu Permukaan Laut, Satelit Aqua MODIS.

  1. S1-2026-494227-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494227-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494227-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494227-title.pdf