Pengaruh Sistem AWD (Alternate Wetting and Drying) dan Penambahan Biochar Bagas Tebu Terhadap Keseimbangan Karbon pada Lahan Padi Gamagora 7 di Inceptisol Purwoasri, Kediri
Fajar Pangestu, Prof. Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M.Agr.; Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P.
2026 | Skripsi | ILMU TANAH
Lahan sawah merupakan satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di
dunia. Emisi yang dihasilkan dapat berpengaruh terhadap keseimbangan unsur
karbon yang berada di dalam tanah. Solusi dari permasalahan tersebut adalah
dengan melakukan upaya untuk menekan emisi yang dihasilkan. Salah satunya
adalah dengan menerapkan sistem AWD (Alternate Wetting and Drying) atau
pengairan basah kering, serta aplikasi biochar pada lahan. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat pengaruh perlakuan yang diberikan berupa kontrol, lahan
dengan AWD, lahan dengan biochar dengan dosis 10 ton/ha, dan lahan dengan
kombinasi AWD dan biochar 10 ton/ha terhadap emisi yang dihasilkan,
keseimbangan karbon yang terjadi, dan produktivitas padi (Oryza sativa
L.) varietas Gamagora 7. Penelitian dilaksanakan di Dusun Wangkal, Mekikis,
Purwoasri, Kediri, Jawa Timur dengan luasan lahan 2 ha. Pengambilan sampel gas
rumah kaca dilakukan setiap satu minggu sekali mulai dari sebelum tanam hingga
70 HST, pengambilan sampel tanah dilakukan pada awal sebelum tanam dan akhir
setelah panen untuk mengetahui keseimbangan karbon. Pengamatan lapangan
terhadap produktivitas dilakukan setiap 2 minggu sekali mulai dari tanam hingga
panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi AWD dan biochar
10 ton/ha memiliki hasil terbaik dengan dapat menekan emisi hingga 70.38%, serta mengalami surplus pada
keseimbangan karbon hingga 3311.82 kg/ha, dan memiliki rata-rata hasil panen
tertinggi sebesar 5.98 ton/ha.
Paddy fields are one of the largest sources of
greenhouse gas emissions in the world. These emissions can affect the soil
carbon balance. Therefore, efforts to reduce greenhouse gas emissions are
necessary. One potential solution is implementing the Alternate Wetting and
Drying (AWD) irrigation system and applying biochar to paddy fields. This study
aimed to examine the effects of field control with AWD, biochar application at
a rate of 10 tons ha?¹, and the combination of AWD and biochar at a rate of 10
tons ha?¹ on greenhouse gas emissions, carbon balance, and the productivity of
Gamagora 7 rice (Oryza sativa L.). The study was conducted on a 2 ha paddy
field in Wangkal Village, Mekikis, Purwoasri, Kediri, East Java. Greenhouse gas
sampling was conducted once a week, starting before planting until 70 days
after transplanting (DAT). Soil samples were collected before planting and
after harvest to determine the carbon balance. Crop productivity was observed
every two weeks from planting until harvest. The results showed that the
combination of AWD and biochar at 10 tons ha?¹ produced the best results,
reducing greenhouse gas emissions by up to 70.38%, resulting in a carbon
balance surplus of 3,311.82 kg ha-1, and achieving the highest
average yield of 5.98 tons ha-1.
Kata Kunci : emisi, keseimbangan karbon, produktivitas, AWD, biochar