Laporkan Masalah

Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Perempuan Terhadap Prevalensi Stunting Anak: Analisis Antarwilayah Provins di Indonesia Tahun 2019-2024

Ardilla Avi Prasetya, Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc.

2026 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Penelitian ini menganalisis pengaruh kondisi sosial-ekonomi perempuan (tingkat partisipasi angkatan kerja, rata-rata lama sekolah, sumbangan pendapatan, pernikahan dini, dan persalinan di luar fasilitas kesehatan) terhadap prevalensi stunting di 34 provinsi Indonesia periode 2019–2024. Menggunakan data panel seimbang dengan 204 observasi, penelitian ini menerapkan model Random Effects (RE) dengan Robust Standard Errors yang dipilih berdasarkan Mundlak Test (p = 0,9075) dan Hausman Test (p = 0,9726). Hasil estimasi menunjukkan bahwa Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prevalensi stunting, sedangkan pernikahan dini dan persalinan di luar fasilitas kesehatan berpengaruh positif dan signifikan. Sumbangan pendapatan perempuan juga berpengaruh positif signifikan, yang dapat dijelaskan melalui mekanisme substitution effect di mana beban kontribusi ekonomi yang tinggi mengurangi waktu pengasuhan anak. Selain itu, ditemukan disparitas struktural yang signifikan antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI), di mana provinsi-provinsi KTI memiliki prevalensi stunting rata-rata 5,7 poin persentase lebih tinggi dibandingkan KBI setelah mengontrol seluruh variabel sosial-ekonomi perempuan. Disparitas ini semakin besar hingga 8,1 poin persentase pada enam provinsi dengan urgensi stunting tertinggi. Temuan ini menegaskan perlunya strategi penurunan stunting yang asimetris, responsif gender, dan kontekstual antarwilayah di Indonesia.

This study analyzes the impact of women's socio-economic (labor force participation rate, mean years of schooling, income contribution, early marriage, and deliveries outside health facilities) conditions on child stunting prevalence across 34 provinces in Indonesia during the period 2019–2024. Using balanced panel data with 204 observations, the study employs a Random Effects (RE) model with Robust Standard Errors, selected based on the Mundlak Test (p = 0.9075) and Hausman Test (p = 0.9726). The findings reveal that female labor force participation rate (TPAK) significantly reduces stunting prevalence, while early marriage and delivery outside health facilities significantly increase it. Women's income contribution shows a positive and significant effect, explained through a substitution effect whereby higher economic burden reduces time allocated for childcare. Furthermore, significant structural disparities are identified between Western Indonesia (KBI) and Eastern Indonesia (KTI), with KTI provinces averaging 5.7 percentage points higher stunting prevalence than KBI after controlling for all women's socio-economic variables. This disparity widens to 8.1 percentage points among the six highest-priority provinces. These findings underscore the need for asymmetric, gender-responsive, and regionally-sensitive stunting reduction policies in Indonesia.

Kata Kunci : Stunting anak, pemberdayaan perempuan, partisipasi angkatan kerja, pernikahan dini, data panel, Indonesia Timur, random effects

  1. D4-2026-506230-abstract.pdf  
  2. D4-2026-506230-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-506230-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-506230-title.pdf