Laporkan Masalah

Analisis potensi retribusi parkir di Kota Ternate

KOTAMBUNAN, Dedy, Dra. Ch. Suparmi, SU

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Permasalahan umum yang dihadapi oleh kebanyakan pemerintah daerah termasuk Pemerintah Kota Ternate adalah masih kecilnya peranan Pendapatan Asli Daerah dalam membiayai pengeluaran pemerintah daerah serta masih rendahnya kemampuan daerah dalam menentukan potensi riil retribusi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya potensi penerimaan retribusi parkir di Kota Ternate tahun 2004, menghitung proyeksi potensi penerimaan retribusi parkir tahun 2005-2007 serta untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan (faktor internal) maupun peluang dan ancaman (faktor eksternal) dalam upaya meningkatkan penerimaan retribusi parkir di Kota Ternate. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah potensi, proyeksi potensi dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini adalah pertama, potensi retribusi parkir di Kota Ternate tahun 2004 sangat besar, yaitu sebesar Rp566.820.800. Sumbangan terbesar diberikan oleh retribusi parkir sepeda motor. Kedua, retribusi parkir di Kota Ternate tahun 2005 proyeksi potensi sebesar Rp720.687.128, sedangkan potensi tahun 2006 dan 2007 masing-masing sebesar Rp919.742.840 dan Rp1.177.854.049. Sumbangan terbesar terhadap potensi tersebut tetap diberikan oleh potensi retribusi parkir sepeda motor. Ketiga, pengelolaan retribusi parkir di Kota Ternate mempunyai kekuatan yang lebih besar daripada kelemahannya dan mempunyai peluang yang lebih besar daripada ancamannya, sehingga strategi yang sesuai untuk diterapkan adalah strategi pertumbuhan yang agresif untuk meningkatkan realisasi penerimaan retribusi parkir.

The general problem faced by the most local government, including Ternate City government, is still the so small role of Pure Local Revenue (PAD) in defraying expenditure of local government and also its lower ability in determining real potency of retribution had. This research aim to know the level of a potency of parking retribution revenue at 2005-2007 and also to analysis weakness and strengths (internal factors) and threats and opportunities (external factors) in the effort improving the parking retribution revenue in Ternate City. The analysis methods which used in this research are a potency analysis, a projection analysis and a SWOT analysis. The Results of this research are: first, the parking retribution potency in Ternate City at 2004 is very big, that is equal to Rp566,820,800. The biggest contribution is given by motorbike’s parking retribution. Second, the projection of parking retribution potency in Ternate City at 2005 is equal to Rp720,687,128, while the projection of parking retribution potencies in Ternate City at 2006 and 2007 are Rp919,742,840 and Rp1.177,854,049. The biggest contribution to the potency is still given by motorbike’s parking retribution. Third, a parking retribution management in Ternate City has larger strengths than the weakness and has larger opportunities than the threats, so that an appropriate strategy to be applied is an aggressive growth strategy to improve the realization of parking retribution revenue.

Kata Kunci : Retribusi Parkir, PAD


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.