Mekanisme Tekanan Perpindahan Pada Masyarakat Lokal Sebagai Dampak Pengembangan Pariwisata Di Kampung Prawirotaman Yogyakarta
Larissa Dewi Anggraeni, Dr. I Made Krisnajaya, S.I.P, M.Pol.Admin.
2026 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Pengembangan pariwisata biasanya diikuti dengan perubahan fisik ataupun non-fisik yang tentu akan berdampak signifikan pada kehidupan penduduk lokal di sekitar kawasan wisata. Pengembangan pariwisata di kawasan pemukiman perkotaan berpotensi menimbulkan dampak non fisik bagi penduduk lokal, salah satunya berupa displacement pressure atau tekanan perpindahan. Fenomena ini seringkali sulit untuk dideteksi karena sifatnya yang gradual dan laten sehingga biasanya akan tersembunyi dibalik adaptasi sosial oleh penduduk sekitar. Ini menjadi penting untuk diteliti melihat pada kurangnya pembahasan terkait tekanan perpindahan di penelitian – penelitian terdahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manifestasi tekanan perpindahan yang dialami oleh penduduk lokal kampung Prawirotaman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain single case study, dengan narasumber berupa penduduk lokal yang dipilih secara purposif. Kemudian, untuk kebutuhan data, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, non-participant observation, dan studi dokumen. Temuan menunjukkan bahwa tekanan perpindahan di Prawirotaman termanifestasi secara bertahap dan dipengaruhi oleh perubahan spasial di kawasan yang tampak dalam empat indikator perubahan lingkungan: perubahan fungsi bangunan dan ruang publik, perubahan fasilitas konsumsi, peningkatan kebisingan dan perubahan kehidupan komunitas. Meskipun penduduk lokal mengakui adanya gangguan yang dialami, terdapat paradoks toleransi dimana mereka memilih untuk bertahan dan mentoleransi karena adanya manfaat ekonomi yang nyata dari pariwisata serta keterikatan secara emosional dan simbolik terhadap kampung Prawirotaman.
Tourism development is usually accompanied by physical and non-physical changes that will significantly impact the lives of local residents surrounding the tourist area. Tourism development in urban residential areas has the potential to cause non-physical impacts on local residents, one of which is displacement pressure. This phenomenon is often difficult to detect due to its gradual and latent nature, which is usually hidden behind social adaptation by local residents. This becomes important to examine, given the lack of discussion of displacement pressure in previous research. This study aims to identify the manifestations of displacement pressure experienced by local residents of Prawirotaman village, Yogyakarta. This research uses a descriptive qualitative approach with a single case study design, with purposively selected local residents as informants. Furthermore, for data collection, this study utilized in-depth interviews, non-participant observation, and document study. The findings indicate that displacement pressure in Prawirotaman manifests gradually and is influenced by spatial changes in the area, as seen in four indicators of environmental change: changes in building and public space functions, changes in consumption facilities, increased noise, and changes in community life. Although local residents acknowledge the disturbances they experience, there is a paradox of tolerance: they choose to endure and tolerate them because of the tangible economic benefits of tourism and their emotional and symbolic attachment to Prawirotaman village.
Kata Kunci : Tekanan perpindahan, Pengembangan pariwisata, Prawirotaman