Analisis Kinerja Teknis dan Ekonomi Alat Pembuat Guludan (Ridger) Berbasis Bajak Piringan pada Kondisi Olah Tanah Berbeda
Yosia Paskadena Purnomo, Makbul Hajad, S.T.P., M.Eng., Ph.D.
2026 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN
Pembentukan
guludan merupakan salah satu tahapan penting dalam budidaya hortikultura karena
berpengaruh terhadap drainase, aerasi, perkembangan akar, dan produktivitas
tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kondisi olah
tanah terhadap kinerja ridger berbasis disc plow, menganalisis kualitas guludan
yang dihasilkan pada berbagai kondisi operasi, serta membandingkan efisiensi
biaya dan waktu dengan metode pembentukan guludan secara manual. Penelitian
menggunakan rancangan faktorial dengan tiga faktor, yaitu kondisi tanah (tidak
terolah dan terolah menggunakan rotary tiller), putaran mesin (1500 dan 2000
rpm), serta tingkat versnelling (2, 3, dan 4). Setiap kombinasi perlakuan
diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi kecepatan operasi,
lebar atas guludan, tinggi guludan, serta karakteristik fisik tanah berupa bulk
density, porositas, kadar air, dan tahanan penetrasi. Data dianalisis secara
deskriptif dan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pengolahan tanah menggunakan rotary tiller memperbaiki
kondisi fisik tanah melalui penurunan bulk density, peningkatan porositas, dan
penurunan tahanan penetrasi, sehingga meningkatkan rata-rata kecepatan operasi
dari 1,983 km/jam menjadi 2,444 km/jam. Peningkatan kecepatan operasi cenderung
meningkatkan lebar guludan, namun menurunkan tinggi guludan. Kondisi operasi
terbaik diperoleh pada tanah terolah dengan putaran mesin 2000 rpm dan
versnelling 4, yang menghasilkan kecepatan operasi 4,033 km/jam, lebar guludan
86,56 cm, dan tinggi guludan 15,78 cm. Dari aspek operasional, penggunaan
ridger berbasis disc plow memberikan efisiensi yang lebih baik dibandingkan
metode manual, dengan penghematan biaya sebesar 25?n waktu kerja sebesar
96,45%.
Ridge formation is an important stage in horticultural
cultivation because it influences soil drainage, aeration, root development,
and crop productivity. This study aimed to evaluate the effect of tillage
conditions on the performance of a disc plow-based ridger, analyze the quality
of ridges produced under different operating conditions, and compare its
operational cost and time efficiency with the conventional manual ridge-forming
method. A factorial experimental design was employed using three factors: soil
condition (untilled and rotary-tilled), engine speed (1500 and 2000 rpm), and
transmission gear (versnelling) levels (2, 3, and 4). Each treatment
combination was replicated three times. The observed parameters included
operating speed, ridge top width, ridge height, and soil physical properties,
namely bulk density, porosity, soil moisture content, and penetration
resistance. The collected data were analyzed descriptively and using simple
linear regression. The results showed that rotary tillage improved soil
physical properties by reducing bulk density, increasing porosity, and
decreasing penetration resistance, resulting in an increase in the average
operating speed from 1.983 km h?¹ to 2.444 km h?¹. Higher operating speeds
tended to increase ridge width while reducing ridge height. The optimum
operating condition was obtained on rotary-tilled soil at an engine speed of
2000 rpm and transmission gear 4, producing an operating speed of 4.033 km h?¹,
a ridge top width of 86.56 cm, and a ridge height of 15.78 cm. From an
operational perspective, the disc plow-based ridger was more efficient than the
manual method, reducing operational costs by 25% and working time by 96.45%.
Kata Kunci : ridger berbasis bajak piringan, pembentukan guludan, kondisi olah tanah, kualitas guludan, efisiensi operasional.