CURAHAN TENAGA KERJA USAHA TANI PADI SEHAT KELOMPOK TANI NGUDI MAKMUR KALURAHAN SARDONOHARJO KAPANEWON NGAGLIK KABUPATEN SLEMAN
Indah Khoirul Amalia, Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P.; Asih Kusumaningsih, S.P., M.Sc.
2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Tenaga
kerja di sektor pertanian didominasi oleh pekerja berpendidikan rendah dan
lanjut usia, pekerja dengan karakteristik tersebut cenderung memiliki
produktivitas bekerja yang rendah. Produktivitas bekerja yang rendah akan
membuat tingginya curahan tenaga kerja yang akan berakibat pada tingginya
pengeluaran upah dan kebutuhan waktu. Penelitian ini memiliki tujuan (1) Menghitung curahan tenaga kerja petani padi sehat pada
Kelompok Tani Ngudi Makmur Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten
Sleman, (2) Menghitung produktivitas (Rp/HKO) tenaga kerja petani padi sehat
Kelompok Tani Ngudi Makmur Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten
Sleman, dan (3) Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap curahan
tenaga kerja petani pada usaha tani padi sehat Kelompok Tani Ngudi Makmur
Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Penelitian
dilaksanakan di Dusun Prumpung, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik,
Kabupaten Sleman. Jumlah sampel yang diambil menggunakan metode purposive
sampling sebanyak 30 sampel yang berasal dari anggota Kelompok Tani Ngudi
Makmur. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis
deskriptif, uji one sample wilcoxon signed rank-test, dan regresi linear
berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) curahan tenaga kerja petani
padi sehat adalah sebanyak 24,35 HKO atau 114,48 HKO/ha, (2) produktivitas
(Rp/HKO) tenaga kerja adalah sebesar Rp329.099,90/HKO dan lebih besar
dibandingkan produktivitas tenaga kerja yang dilihat melalui UMK di Kabupaten
Sleman sebesar Rp114.816,94/HKO, dan (3) usia memiliki pengaruh signifikan
positif, sedangkan pengalaman dan penggunaan mesin tahap panen memiliki
pengaruh signifikan negatif terhadap curahan tenaga kerja usaha tani padi
sehat. Sementara itu, pendidikan, upah, dan penggunaan mesin tahap penanaman
tidak berpengaruh terhadap curahan tenaga kerja usaha tani padi sehat.
The agricultural sector is predominantly composed
of workers with low educational attainment and older age. Workers with these
characteristics tend to have lower labor productivity. Low labor productivity
leads to higher labor input requirements, resulting in increased wage
expenditures and longer working time. This research aims to (1) calculate the
labor allocation of healthy rice farmers in the Ngudi Makmur Farmer Group,
Sardonoharjo Village, Ngaglik Subdistrict, Sleman Regency; (2) calculate the
labor productivity (Rp/HKO) of healthy rice farmers in the Ngudi Makmur Farmer
Group, Sardonoharjo Village, Ngaglik Subdistrict, Sleman Regency; and (3)
identify the factors affecting labor input in healthy rice farming within the
Ngudi Makmur Farmer Group, Sardonoharjo Village, Ngaglik Subdistrict, Sleman
Regency. The research was conducted in Prumpung Hamlet, Sardonoharjo Village,
Ngaglik Subdistrict, Sleman Regency. A total of 30 respondents were selected
from members of the Ngudi Makmur Farmer Group using the purposive sampling
method. The analytical methods employed in this study included descriptive
analysis, the one-sample Wilcoxon signed-rank test, and multiple linear
regression analysis. The results showed that (1) the labor allocation in
healthy rice farming was 24,35 HKO or 114,48 HKO/ha; (2) labor productivity was
Rp329.099,90/HKO, which was higher than the labor productivity based on the
Sleman Regency Minimum Wage, amounting to Rp114.816,94/HKO; and (3) farmers'
age had a significant positive effect on labor input, while farming experience
and the use of machinery during the harvesting stage had significant negative
effects on labor input in healthy rice farming. Meanwhile, education level,
labor wage, and the use of machinery during the planting stage had no
significant effect on labor input in healthy rice farming.
Kata Kunci : curahan tenaga kerja, tenaga kerja, produktivitas, usaha tani padi sehat