Analisis Kehilangan Hasil pada Aktivitas Penanganan Bahan Kopi Robusta di Desa Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo
Dominicus Surya Prabowo, Megita Ryanjani Tanuputri, S.T.P., M.Sc., Ph.D. & Anggoro Cahyo Sukartiko, S.T.P., M.P., Ph.D.
2026 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
Kopi robusta merupakan salah satu komoditas perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian masyarakat di Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Aktivitas penanganan bahan pada rantai pasok kopi robusta masih berpotensi menimbulkan kehilangan hasil (food loss) yang menyebabkan penurunan kuantitas, kualitas, dan nilai ekonomi produk.
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan aliran material, mengukur besarnya kehilangan hasil secara kuantitatif, menganalisis kerugian ekonomi yang ditimbulkan, serta mengidentifikasi penyebab kehilangan hasil pada aktivitas penanganan bahan kopi robusta.
Sampel penelitian ditentukan dengan teknik snowball sampling dan convenience sampling. Data diperoleh melalui pengukuran massa material pada setiap tahapan proses, observasi lapangan, dan wawancara semi-terstruktur dengan pelaku rantai pasok, kemudian dianalisis menggunakan Material Flow Analysis (MFA), analisis kerugian ekonomi, dan diagram Ishikawa.
Hasil penelitian menunjukkan total kehilangan hasil mencapai 146,65 kg, dengan titik kritis terbesar terjadi pada tahap sortasi cherry (71,0%), diikuti sortasi green bean (18,5%), dan sortasi pasca-roasting (10,5%). Total kerugian ekonomi yang ditimbulkan mencapai Rp6.363.718,00.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya pengurangan kehilangan hasil pada rantai pasok kopi robusta perlu diprioritaskan pada dua sisi, yaitu penekanan volume kehilangan pada tahap hulu (petani) dan penekanan nilai kerugian ekonomi pada tahap hilir (pengepul).
Robusta coffee is an important estate commodity that plays a significant role in the local economy of Samigaluh District, Kulon Progo Regency. Material-handling activities along the Robusta coffee supply chain still have the potential to cause food loss, which reduces the quantity, quality, and economic value of the product.
This study aims to map the material flow, quantitatively measure the magnitude of food loss, analyse the resulting economic loss, and identify the causes of food loss in the material-handling activities of Robusta coffee.
Samples were determined using snowball sampling and convenience sampling techniques. Data were obtained through mass measurement of materials at each processing stage, field observation, and semi-structured interviews with supply chain actors, then analysed using Material Flow Analysis (MFA), economic loss analysis, and an Ishikawa diagram.
The results showed that total food loss reached 146.65 kg, with the largest critical point occurring at the cherry sorting stage (71.0%), followed by green bean sorting (18.5%) and post-roasting sorting (10.5%). The total economic loss amounted to IDR 6,363,718.00.
This study concludes that efforts to reduce food loss in the Robusta coffee supply chain should be prioritized on two fronts: reducing the loss volume at the upstream stage (farmers) and reducing the economic loss value at the downstream stage (collectors).
Kata Kunci : Kata kunci: Kehilangan hasil, kerugian ekonomi, kopi robusta, Material Flow Analysis, penanganan bahan.