Laporkan Masalah

Analisis Narasi Kementerian Komunikasi dan Digital dalam Isu Pemberantasan Judi Online: Pendekatan Narrative policy Framework

Ovaldo Sanjaya, Media Askar Wahyudi, S.I.P., M.Sc., Ph.D.

2026 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Penelitian ini menganalisis bagaimana narasi kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam isu pemberantasan judi online dikonstruksi melalui komponen-komponen Narrative Policy Framework (NPF) pada level meso, dengan latar belakang eskalasi masif permasalahan judi online di Indonesia yang menurut Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dapat menembus angka Rp1.200 triliun pada 2025 serta dinamika kelembagaan Komdigi yang menghadapi tekanan ganda berupa transformasi institusional dan krisis integritas internal akibat keterlibatan oknum pegawai dalam kasus perlindungan situs judi online; menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis analisis naratif terhadap 63 dokumen yang terdiri dari siaran pers Komdigi, pemberitaan Kompas dan Detik dalam rentang November 2024 hingga Desember 2025, penelitian ini menemukan bahwa elemen setting dikonstruksi melalui sekuritisasi ekonomi dan sosial, elemen characters mencatat 288 kemunculan dengan pergeseran signifikan dari single hero ke collective hero yang dipicu oleh perubahan narasi akibat skandal internal, elemen plot didominasi oleh story of control sebesar 79,37 persen, elemen moral bergeser dari pesan implisit supremasi institusional menuju pesan eksplisit kemitraan kolektif pascaskandal, strategi angel shift mendominasi pada 77,78 persen dokumen, dan strategi expansion mendominasi pada 82,54 persen dokumen, sehingga dapat disimpulkan bahwa narasi kebijakan Komdigi berfungsi terutama sebagai mekanisme pertahanan institusional yang adaptif, di mana seluruh komponen NPF bekerja secara sinergis untuk membangun dan mempertahankan legitimasi institusional di tengah tekanan yang datang dari dalam maupun dari luar organisasi.

This study analyzes how the policy narratives of the Ministry of Communication and Digital Affairs (Komdigi) on the issue of online gambling eradication are constructed through the components of the Narrative Policy Framework (NPF) at the meso-level, against the backdrop of a massive escalation of online gambling in Indonesia which, according to the Indonesian Financial Transaction Reports and Analysis Centre (PPATK), could reach IDR 1,200 trillion in 2025, alongside Komdigi's institutional dynamics facing dual pressures from organizational transformation and an internal integrity crisis caused by rogue employees protecting online gambling sites; employing a qualitative approach with narrative analysis on 63 documents comprising official press releases from Komdigi, news coverage from Kompas and Detik spanning November 2024 to December 2025, this study finds that the setting element is constructed through economic and social securitization, the character element records 288 appearances with a significant shift from a single hero to a collective hero triggered by a narrative fracture caused by an internal scandal. The plot element is dominated by the "story of control" at 79.37%, the moral element shifts from an implicit message of institutional supremacy toward an explicit message of collective partnership after the scandal, the "angel shift" strategy dominates 77.78% of documents, and the "expansion" strategy dominates 82.54% of documents, leading to the conclusion that Komdigi's policy narrative functions primarily as an adaptive institutional defense mechanism, in which all NPF components work synergistically to build and maintain institutional legitimacy amid pressures from both inside and outside the organization.

Kata Kunci : Narasi Kebijakan, Narrative Policy Framework, Komdigi, Judi Online, Level Meso, Komunikasi Kebijakan

  1. S1-2026-482191-abstract.pdf  
  2. S1-2026-482191-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-482191-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-482191-title.pdf