Studi Eksperimental Pengaruh Platelet Rich Plasma (PRP) Terhadap Histologi dan Ekspresi Proliferating Cell Nuclear Antigen (PCNA) Pada Ovarium Mencit Superovulasi
Putri Nurul Fauziah Ardiansyah, Dr.drh.Vista Budiariati,M.Si
2026 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Superovulasi merupakan teknik
stimulasi hormonal yang bertujuan meningkatkan jumlah oosit yang dihasilkan.
Platelet rich plasma (PRP) adalah fraksi plasma darah yang mengandung
konsentrasi trombosit tinggi serta berbagai faktor pertumbuhan, seperti platelet-derived
growth factor (PDGF) dan vascular endothelial growth factor (VEGF),
yang berperan dalam regenerasi jaringan dan proliferasi sel. Produk PRP diduga
berpotensi tidak hanya meningkatkan kuantitas, tetapi juga memperbaiki kualitas
oosit melalui perbaikan lingkungan mikro ovarium.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh PRP terhadap histologi dan
ekspresi proliferating cell nuclear antigen (PCNA) pada ovarium mencit yang telah diinduksi superovulasi.
Sebanyak 45 ekor mencit betina dewasa dibagi menjadi tiga kelompok yaitu: P1 (kontrol, 50 ?L PBS), P2
(50 ?L PRP), dan P3 (100 ?L PRP). Lima ekor mencit betina sehat digunakan
sebagai donor PRP. Perlakuan PRP diberikan secara intraperitoneal tiga hari
sebelum induksi superovulasi hormonal kombinasi pregnant mare serum gonadotrophin
(PMSG) dan human chorionic gonadotrophin (hCG). Ovarium
dikoleksi setelah 16 jam
injeksi hCG dan diproses menjadi preparat histologi. Evaluasi perubahan
jaringan ovarium dilakukan dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE) dan
imunohistokimia PCNA. Parameter yang diamati berupa perkembangan folikel dan
analisis kuantitatif sel positif PCNA. Hasil menunjukkan PRP meningkatkan
jumlah folikel tahap awal (primordial dan primer) pada perlakuan dosis 50 ?L
dan 100 ?L. Ekspresi PCNA meningkat pada kelompok PRP, terutama dosis 50 ?L
(9,1±0,4%) dibandingkan kontrol (4,4±1,6%), menunjukkan peningkatan proliferasi
sel granulosa. Hasil penelitian mengindikasikan
PRP berpotensi merangsang aktivasi
awal folikulogenesis dengan dan meningkatkan proliferasi sel ovarium dengan
dossis 50 ?L , namun
penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji secara lebih mendalam
efektivitas dan dosis optimal PRP.
Superovulasi merupakan teknik
stimulasi hormonal yang bertujuan meningkatkan jumlah oosit yang dihasilkan.
Platelet rich plasma (PRP) adalah fraksi plasma darah yang mengandung
konsentrasi trombosit tinggi serta berbagai faktor pertumbuhan, seperti platelet-derived
growth factor (PDGF) dan vascular endothelial growth factor (VEGF),
yang berperan dalam regenerasi jaringan dan proliferasi sel. Produk PRP diduga
berpotensi tidak hanya meningkatkan kuantitas, tetapi juga memperbaiki kualitas
oosit melalui perbaikan lingkungan mikro ovarium.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh PRP terhadap histologi dan
ekspresi proliferating cell nuclear antigen (PCNA) pada ovarium mencit yang telah diinduksi superovulasi.
Sebanyak 45 ekor mencit betina dewasa dibagi menjadi tiga kelompok yaitu: P1 (kontrol, 50 ?L PBS), P2
(50 ?L PRP), dan P3 (100 ?L PRP). Lima ekor mencit betina sehat digunakan
sebagai donor PRP. Perlakuan PRP diberikan secara intraperitoneal tiga hari
sebelum induksi superovulasi hormonal kombinasi pregnant mare serum gonadotrophin
(PMSG) dan human chorionic gonadotrophin (hCG). Ovarium
dikoleksi setelah 16 jam
injeksi hCG dan diproses menjadi preparat histologi. Evaluasi perubahan
jaringan ovarium dilakukan dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE) dan
imunohistokimia PCNA. Parameter yang diamati berupa perkembangan folikel dan
analisis kuantitatif sel positif PCNA. Hasil menunjukkan PRP meningkatkan
jumlah folikel tahap awal (primordial dan primer) pada perlakuan dosis 50 ?L
dan 100 ?L. Ekspresi PCNA meningkat pada kelompok PRP, terutama dosis 50 ?L
(9,1±0,4%) dibandingkan kontrol (4,4±1,6%), menunjukkan peningkatan proliferasi
sel granulosa. Hasil penelitian mengindikasikan
PRP berpotensi merangsang aktivasi
awal folikulogenesis dengan dan meningkatkan proliferasi sel ovarium dengan
dossis 50 ?L , namun
penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji secara lebih mendalam
efektivitas dan dosis optimal PRP.
Kata Kunci : HE, Ovarium, PCNA, PRP, Superovulasi