Laporkan Masalah

Analisis kemampuan daerah dalam melakukan pinjaman :: Studi kasus Kabupaten Bantul Jogjakarta

AMARULLAH, Zulkhaidir Nur, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc

2005 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan keuangan daerah Kabupaten Bantul Jogjakarta dalam melunasi kewajiban membayar angsuran pinjaman yang telah dilakukan dan mengetahui kemampuan Kabupaten Bantul dalam melakukan pinjaman di masa yang akan datang serta melihat batas maksimum pinjaman yang dapat diperoleh Pemerintah Kabupaten Bantul yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bantul Jogjakarta selama periode 1993/1994 - 2003. Data tersebut meliputi, penerimaan daerah yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD), bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak (BHP/BHBP) atau bagian daerah serta sumbangan dan bantuan atau dana alokasi umum (DAU). Data pengeluaran daerah berupa, pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan, yang diperoleh dari bagian keuangan Kabupaten Bantul Jogjakarta. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Debt Service Coverage Ratio (DSCR) dan analisis batas maksimum pinjaman (BMP) menurut Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2000, trend kuadratis untuk memproyeksikan kemampuan dan besarnya pinjaman tahun 2004 – 2008, serta alat analisis lainnya untuk menghitung pertumbuhan dan kontribusi dari masing-masing variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan daerah Kabupaten Bantul Jogjakarta, selama periode 1993/1994-2003, memperlihatkan Kabupaten Bantul Jogjakarta dapat melunasi angsuran pinjaman yang telah dilakukan. Hal ini tercermin dari adanya nilai netto atau selisih antara penerimaan daerah dengan pengeluaran rutin yang bernilai positif, yang berarti daerah mampu menyediakan besarnya angsuran pokok pinjaman. Secara rata-rata kemampuan Kabupaten Bantul Jogjakarta selama periode 1993/1994-2003 mengalami peningkatan sebesar 275,55% setiap tahunnya, begitu juga dengan batas maksimum pinjaman yang dapat diperoleh bagi Kabupaten Bantul, besarnya jumlah pinjaman yang dapat diperoleh masih jauh dibawah batas maksimum pinjaman. Dengan menggunakan asumsi tingkat bunga 11,75% jumlah pinjaman yang dapat diperoleh sebesar Rp125,454 Milyar pada tahun 2004 dan Rp15,689 Milyar pada tahun 2005 semakin mengalami penurunan sehingga tahun 2006 sampai tahun 2008 tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan pinjaman karena jumlah pinjaman pada tahun tersebut memperoleh angka negatif dikarenakan dana netto pada tahun tersebut menunjukkan angka negatif dengan jumlah pinjaman rata-rata per tahun –Rp112,804 Milyar, sedangkan batas maksimum pinjaman pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 sebesar Rp267,004 Milyar dan Rp283,661 Milyar, ini menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul masih bisa untuk memperoleh pinjaman jauh lebih besar lagi.

This research aim to know the ability of finance of area of Regency of Bantul Jogjakarta in paying obligation pay for the loan instalment which have been conducted and know the ability of Regency Bantul in conducting loan in the future and also see the maximum boundary of loan which can be obtained by Government of Regency Bantul of exist in Province of Special Region Jogjakarta.The data used in the research is secondary data, that is the realization of Regional Budget of Revenue and Expenditure (APBN) of Regency of Bantul Yogyakarta in the period of 1993/1994 - 2003. The data comprises regional incomes including Regional Origin Revenue (PAD), tax output share/non-tax output share (BHP/BHPB) or regional area as well as contribution and support or Public Allocated Fund (DAU). Whereas the data of regional expenses includes routine expenses and development expenses, obtained from the account division of Regency of Bantul Yogyakarta. Analisys instrument applied in the research is analisys of Debt Service Coverage Ratio (DSCR), according to Government Regulation No. 107/2000, trend kuadratis to project the level of year loan 2004 - 2008 and other analysis instrument to count the growth and contribution of each variable. Result of this research indicate that the ability of area of Regency of Bantul Jogjakarta, during period 1993/1994- 2003, showing Regency of Bantul Jogjakarta can pay the loan instalment which have been conducted. This matter is mirror from existence of value of netto or difference of between area acceptance with the positive valuable routine expenditure, meaning area able to provide the level of fundamental instalment of loan. In mean of ability of Regency of Bantul Jogjakarta during period 1993/1994-2003 experiencing of improvement by equal to 275,55% every year, so also with the maximum boundary of loan which can be obtained for Regency Bantul, level of loan amount which can be obtained a long way off under maximum boundary of loan. By using assumption of interest rate 11,75% loan amount which can be obtained by equal to Rp125,454 Billion in the year 2004 and Rp15,689 Billion in the year 2005 progressively experience of the degradation so that year 2006 until year 2008 don't have ability to conduct the loan because the to loan amount in the year score a point the negativity because of the to fund netto in the year show the negative number with the amount of mean loan per year -Rp112,804 Billion, while maximum boundary of loan in the year 2004 up to year 2008 equal to Rp267,004 Billion and Rp283,661 Billion, this indicate that the Local Government of Regency Bantul still can to obtain the loan much more big again.

Kata Kunci : Keuangan Daerah,Pinjaman Daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.