Evaluasi Strategi Pengembangan Ekonomi Digital dalam Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah
IRENE JESSICA ISA PASKHA, Doddy Aditya Iskandar, S.T., MCP, Ph.D.; Dr. Ir. Arnanto Nurprabowo, M.P.
2026 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menjelaskan
variasi spasial ekonomi digital di Indonesia dalam kerangka Strategi
Pengembangan Ekonomi Digital 2030 dengan pendekatan ex-ante dan diagnostic
assessment. Selain itu, penelitian ini juga menguraikan faktor-faktor yang
memengaruhi keragaman ekonomi digital dalam upayanya mengakselerasi pembangunan
daerah di berbagai wilayah. Tujuan ini ditetapkan karena evaluasi berskala
nasional selama ini cenderung menggunakan indikator parsial yang gagal
menangkap heterogenitas kondisi pada tingkat provinsi. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyusun Indeks Ekonomi Digital
Regional (IEDR) pada 34 provinsi di Indonesia untuk periode pengamatan tahun
2022 hingga 2024. Pengumpulan data sekunder diolah melalui tahapan normalisasi
dan pembobotan untuk menghasilkan satu skor indeks tunggal yang komprehensif.
Selanjutnya, analisis kewilayahan dilakukan menggunakan perangkat lunak R dan
GeoDa untuk mengevaluasi autokorelasi spasial menggunakan perhitungan Indeks
Moran (Moran's I). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa heterogenitas spasial
ekonomi digital di daerah dalam mengimplementasikan strategi pengembangan
ekonomi digital masih berada dalam kondisi yang asimetris dan terfragmentasi.
Hasil analisis spasial membuktikan adanya autokorelasi positif yang signifikan,
yang menandakan terjadinya pengelompokan wilayah berdasarkan tingkat ekonomi
digitalnya. Secara empiris, evaluasi ini juga menemukan bahwa peningkatan nilai
IEDR berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap PDRB per kapita daerah.
This
study aims to map and explain the spatial variation of the digital economy in
Indonesia within the framework of the 2030 Digital Economy Development Strategy
using an ex-ante and
diagnostic assessment approach. Furthermore, it outlines the factors influencing digital economy
diversity in its efforts to accelerate regional development across various
regions. This objective was established because national-scale evaluations have
tended to use partial indicators that fail to capture the heterogeneity of conditions
at the provincial level. This study employed a quantitative approach by
compiling the Regional Digital Economy Index (IEDR) for 34 provinces in
Indonesia for the observation period of 2022 to 2024. Secondary data collection
was processed through normalization and weighting stages to produce a single,
comprehensive index score. Furthermore, a regional analysis was conducted using
R and GeoDa software to evaluate spatial autocorrelation using the Moran's
Index (Moran's I) calculation. The study concluded that the spatial
heterogeneity of the digital economy in regions in implementing digital economy
development strategies remains asymmetric and fragmented. The spatial analysis
demonstrated significant positive autocorrelation, indicating regional
clustering based on the level of their digital economy. Empirically, this
evaluation also found that increasing the IEDR value had a significant and
positive impact on regional GRDP per capita.
Kata Kunci : Evaluasi Kebijakan, Ekonomi Digital, Analisis Spasial, Pertumbuhan Ekonomi