Prevalensi Tuberkulosis Paru pada Anak SD di Kotamadya Yogyakarta Tahun 1998
Wawan Triharjanto, Dr. Tony Sadjimin, MPH, MSc, Ph.D, dr. A. Roni Naning, Sp.A
1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPenyakit tuberkulosis adalah satu dari sepuluh penyakit utama pada anak dan merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Dari hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) yang dikerjakan oleh Depkes RI tahun 1992, TBC merupakan penyebab kematian nomor dua setelah penyakit kardiovaskuler. Sebagai penyakit infeksi, penyebaran dan penularannya dipengaruhi oleh sumber penularan, status imunitas, keadaan lingkungan dan sosial ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode cross sectional survey untuk mengetahui angka kejadian penyakit tuberkulosis pada anak SD di Kotamadya Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah penderita TBC tersangka yang ada di 30 SD di Kotamadya Yogyakarta. Kriteria diagnostik yang dipakai adalah uji BCG. Anak dengan uji BCG (+) dinyatakan sebagai penderita TBC tersangka. Dari 922 sampel penelitian, 161 anak dinyatakan uji BCG (+) sehingga diperoleh angka prevalensi sebesar 17,5 %. Angka kejadian yang tertinggi terjadi di SD Muhammadiyah Sagan yaitu sebesar 11,8 %.
Kata Kunci : Tuberculosis Paru, Penderita TBC, anak SD, Yogyakarta