Analysis Of QRIS Usage And MSME Performance In Indonesia
TYRONE EZEKIEL HAMONANGAN, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.
2026 | Skripsi | MANAJEMEN
Perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia telah meningkatkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), termasuk di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). QRIS diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi dan mendukung kinerja UMKM, tetapi dampak aktualnya masih memerlukan pengujian empiris.
Penelitian ini menganalisis penggunaan QRIS di kalangan UMKM, menguji hubungan antara intensitas penggunaan QRIS dan kinerja UMKM, serta mengidentifikasi persepsi pelaku UMKM terhadap manfaat, biaya, dan risiko penggunaan QRIS. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus berganda dengan metode campuran yang dominan kualitatif, didukung oleh perbandingan deskriptif longitudinal retrospektif, uji statistik berpasangan, dan analisis lintas kasus pada lima UMKM. Bukti kuantitatif membandingkan intensitas penggunaan, indikator usaha sebelum dan sesudah intensifikasi QRIS, serta skor konstruk berpasangan berdasarkan penilaian pemilik usaha. Bukti kualitatif dari wawancara, jawaban terbuka kuesioner, observasi lapangan, dan telaah dokumen menjelaskan manfaat, kendala, dan perbedaan kontekstual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS meningkat selama 2021–2025, dengan intensitas sedang hingga sangat tinggi. Intensitas QRIS berhubungan positif dengan kinerja UMKM, tetapi hasilnya tidak merata antar kasus. Peningkatan paling jelas terlihat pada kinerja operasional, terutama kemudahan transaksi, kecepatan pembayaran, pencatatan transaksi, dan berkurangnya hambatan penanganan uang tunai, sedangkan peningkatan finansial perlu diinterpretasikan hati-hati. Pelaku UMKM menilai QRIS bermanfaat karena kesederhanaan dan kemudahan pelanggan, meskipun hasil dipengaruhi keandalan layanan, kualitas sinyal, kebiasaan pembayaran pelanggan, dan penggunaan catatan transaksi untuk keputusan manajerial. Secara keseluruhan, QRIS berfungsi sebagai kapabilitas operasional pendukung, bukan sebagai satu-satunya penentu keberhasilan usaha.
The development of digital payment systems in Indonesia has increased the use of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), including among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). QRIS is expected to improve transaction efficiency and support MSME performance, but its actual effects still require empirical examination.
This study analyzes QRIS usage among MSMEs, examines the relationship between QRIS usage intensity and MSME performance, and identifies MSME actors’ perceptions of the benefits, costs, and risks of QRIS usage. The study uses a qualitative-dominant mixed-methods multiple-case study design, supported by retrospective longitudinal descriptive comparison, paired-samples tests, and cross-case analysis across five MSMEs. Quantitative evidence compares usage intensity, before-and-after business indicators, and matched owner-rated construct scores, while qualitative evidence from interviews, open-ended questionnaire responses, field observation, and document review explains benefits, constraints, and contextual differences.
The findings show that QRIS usage increased during 2021–2025, with intensity ranging from moderate to very high. QRIS usage intensity is positively associated with MSME performance, but results are uneven across cases. The clearest gains appear in operational performance, especially transaction convenience, payment speed, recordkeeping, and reduced cash-handling frictions, while financial improvement should be interpreted cautiously. MSME actors value QRIS for simplicity and customer convenience, although outcomes remain influenced by service reliability, signal quality, customer payment habits, and use of transaction records for decisions. Overall, QRIS functions as a supporting operational capability rather than a sole determinant of business success.
Kata Kunci : QRIS, digital payment systems, MSMEs, performance