PENGARUH MODIFIKASI PERMUKAAN DENGAN METODE ASETILASI TERHADAP SIFAT FINISHING PAPAN LAMINASI BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper) BERBASIS POLITUR
DANIEL REYNHARD SIAHAAN, Ir. Muhammad Navis Rofii, S.Hut., M.Sc., Ph.D. IPM
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
Bambu betung (Dendrocalamus asper) dapat digunakan
sebagai pengganti kayu dalam industri mebel dan konstruksi, namun sifat
permukaannya yang higroskopis dapat menurunkan kualitas lapisan finishing.
Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah melalui modifikasi
permukaan menggunakan metode asetilasi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan
stabilitas dimensi dan ketahanan permukaan terhadap kelembapan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asetilasi terhadap sifat fisika
permukaan papan laminasi bambu betung serta kualitas finishing menggunakan dua
jenis bahan finishing.
Bahan yang digunakan pada penelitian ini meliputi papan
laminasi bambu betung diperoleh dari CV. Java Bamboo Lamina, larutan
Asetat Anhidrida diperoleh dari CV. Sentra Teknosains Indonesia dan bahan finishing
yaitu Ultran Politur P-01 Clear (Solvent Based) dan Ultran Aqua Politur
630 Clear (Water Based) diperoleh dari Propan. Asetilasi dilakukan dengan
metode perendaman selama 24 jam pada suhu ruang menggunakan larutan asetat
anhidrida. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap
(RAL) yang disusun dengan faktorial dengan satu faktor yaitu konsentrasi larutan asetat anhidrida
(15%, 20?n 25%) dan pada uji sifat
fisika dan dua faktor yaitu konsentrasi larutan
asetat anhidrida dan bahan finishing pada uji kualitas finishing. Pengujian
sifat fisika meliputi weight percent gain (WPG),
higroskopisitas, wetabilitas ,dan perubahan warna. Pengujian kualitas finishing
meliputi daya lekat, fleksibilitas, kekerasan dan delaminasi. Data dianalisis menggunakan
one-way Anova (sifat fisika) dan two-way Anova (kualitas finishing).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asetilasi berpengaruh nyata terhadap nilai higroskopisitas. Perlakuan asetilasi dengan bahan finishing tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter uji kualitas finishing. Perlakuan asetilasi pada rentang 15%–25% tidak menurunkan kualitas finishing papan laminasi bambu betung. Hasil terbaik ada pada konsentrasi 15?ngan bahan finishing solvent based.
Betung bamboo (Dendrocalamus
asper) is a promising wood substitute for the furniture and construction
industries; however, its highly hygroscopic surface can compromise the quality
of finishing layers. One approach to address this drawback is surface
modification through acetylation, which is expected to enhance dimensional
stability and surface resistance to moisture. This study aimed to evaluate the
effect of acetylation concentration on the physical surface properties of
laminated betung bamboo boards and on their finishing quality using two types
of finishing materials.
The materials
used in this study consisted of laminated betung bamboo boards supplied by CV.
Java Bamboo Lamina, acetic anhydride solution obtained from CV. Sentra
Teknosains Indonesia, and two finishing products from Propan, namely Ultran
Politur P-01 Clear (solvent-based) and Ultran Aqua Politur 630 Clear
(water-based). Acetylation was carried out by immersion in acetic anhydride
solution for 24 hours at room temperature. The experiment followed a Completely
Randomized Design (CRD) with a factorial arrangement: a single factor namely
acetic anhydride concentration (15%, 20%, and 25%) for the physical property
tests, and two factors namely acetic anhydride concentration and finishing
material for the finishing quality tests. The physical properties evaluated
included weight percent gain (WPG), hygroscopicity, wettability, and color
change, while the finishing quality was assessed through adhesion, flexibility,
hardness, and delamination. Data were analyzed using one-way ANOVA for the
physical properties and two-way ANOVA for the finishing quality.
The results
showed that acetylation concentration had a significant effect on
hygroscopicity, whereas the combination of acetylation treatment and finishing
material had no significant effect on any of the finishing quality parameters.
Acetylation within the 15%–25% range did not reduce the finishing quality of
the laminated betung bamboo boards, with the best overall result obtained at
15% concentration combined with the solvent-based finishing material.
Kata Kunci : asetilasi, bambu betung, papan laminasi, kualitas finishing / acetylation, betung bamboo, laminated board, finishing quality