Mekanisme dan pengalokasian anggaran belanja APBD Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2004
ABBAS, Ashady, Dr. Masykur Wiratmo, M.Sc
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mekanisme pengalokasian anggaran belanja daerah di Kabupaten Bantaeng. Menganalisis besarnya alokasi anggaran belanja Kabupaten Bantaeng untuk kepentingan pelayanan publik dan pelayanan aparatur. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dari anggaran Kabupaten Bantaeng tahun 2004, yang diperoleh dari Bagian Keuangan, dan Bappeda Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penyusunan anggaran belanja Daerah di Kabupaten Bantaeng belum mencerminkan aspirasi masyarakat daerah karena belum adanya arah dan kebijakan umum dan strategi prioritas daerah yang dijadikan pedoman dalam penyusunan APBD. Hasil analisis menunjukkan bahwa total anggaran belanja daerah Kabupaten Bantaeng sebesar Rp155.871.483.383 yang terdiri dari belanja aparatur sebesar Rp55.210.614.185 atau sebesar 35,421% dan belanja pelayanan publik sebesar Rp100.660.869.198 atau sebesar 64,579% dari kedua kelompok belanja ini bila dirinci terdiri atas belanja administrasi umum sebesar Rp80.460.525.182 atau sebesar 53,702% dari total belanja, belanja operasi dan pemeliharaan sebesar Rp20.326.600.710 atau sebesar 10,957% dari total belanja, belanja modal sebesar Rp46.815.189.491 atau sebesar 30,034% dari total belanja, belanja bagi hasil dan bantuan keuangan sebesar Rp7.769.168.000 atau sebesar 4,984%, dan belanja tidak tersangka sebesar Rp500.000.000 atau sebesar 0,320% dari total belanja.
The study aimed to evaluate allocation mechanism of local budgeting in Bantaeng Regency, analyze budget allocation in Bantaeng Regency for public service and officers. Qualitative and quantitative data Bantaeng Regency for 2004 is used it was collected from Financial Department, and Bantaeng Regency Bappeda. Descriptive analysis used in this study. The result showed that mechanism for local budgeting in Bantaeng Regency not reflected public aspiration yet, because still have not the direct and general policy and local priority strategy that become a guidelines in APBD composing. The result showed that total budgeting for Bantaeng Regency are Rp155,871,483,383 that include officers budget as Rp55,210,614,185 or 35.421% and for public service as Rp100,660,869,198 or 64,578%, from both side of budgeting if specified are derived for general administration as Rp80,460,525,182 or 53,702% from total spending, operation budgeting and maintainance as Rp20,326,600,710 or 10.957% from total spending, spending for sharing and finance aid as Rp7,769,168.000 or 4.984% and nonsuspected spending as Rp500,000,000 or 0,320% from total spending
Kata Kunci : APBD,Alokasi Anggaran