Laporkan Masalah

Pengaruh Keputusan Petani Agroforestri Mengakses Kredit Terhadap Produktivitas Usaha Tani Kopi di Kecamatan Jumo Kabupaten Temanggung

Disha Mutiara Ramadhanti, Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc.;Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P.

2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)

Keterbatasan permodalan menjadi salah satu hambatan dalam peningkatan produktivitas usaha tani. Namun, ketersediaan sumber pembiayaan eksternal, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi tingkat penggunaan KUR oleh petani kopi, (2) mengidentifikasi tingkat pendapatan usaha tani kopi agroforestri, (3) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani kopi mengakses KUR, serta (4) menganalisis pengaruh akses KUR dan faktor-faktor lain terhadap produktivitas usaha tani kopi. Penelitian ini menggunakan data kegiatan usaha tani kopi agroforestri dari 50 petani di Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung pada periode bulan September 2024-Agustus 2025. Metode analisis data yang digunakan meliputi uji independent sample t-test, model logit, dan model regresi linier berganda dengan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase petani kopi yang mengakses KUR sebesar 28?n tidak terdapat perbedaan rerata pendapatan usaha tani kopi antara petani pengguna KUR dengan petani non pengguna KUR di Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung. Hasil analisis menunjukkan bahwa keputusan petani kopi mengakses KUR dipengaruhi oleh luas lahan kopi, jumlah anggota rumah tangga petani, dan sumber pendapatan di luar usaha tani kopi. Petani kopi yang mengakses KUR tidak berpengaruh terhadap produktivitas usaha tani kopi, sedangkan pupuk anorganik, tenaga kerja, dan kepadatan tanaman kopi berpengaruh terhadap produktivitas usaha tani kopi. Berdasarkan hasil penelitian, petani diharapkan dapat memanfaatkan KUR maupun program pembiayaan kemitraan sebagai sumber permodalan untuk mendukung pembiayaan input pertanian dalam mengoptimalkan peningkatan produktivitas usaha tani kopi. Selain itu, pemerintah, PPL, dan lembaga perbankan penyalur KUR perlu meningkatkan akses petani terhadap KUR melalui penyuluhan literasi finansial, pendampingan pengajuan KUR, layanan konsultasi, pelatihan penyusunan rencana anggaran, serta pemantauan penggunaan dana KUR untuk memastikan penggunaan KUR yang bertanggung jawab untuk kegiatan produktif. 

Limited access to capital remains one of the major constraints to improving agricultural productivity. However, external financing sources, particularly Kredit Usaha Rakyat (KUR) program, have not been optimally utilized to support farm development. Therefore, this study aims to (1) identify the level of KUR utilization among coffee farmers, (2) identify the level of income from agroforestry coffee farming, (3) analyze the factors influencing coffee farmers' decisions to access KUR, and (4) examine the effects of KUR access and other determinants on coffee farming productivity. The study employed farm-level data collected from 50 agroforestry coffee farmers in Jumo District, Temanggung Regency, covering the September 2024–August 2025 production period. Data were analyzed using the independent samples t test, a binary logit model, and multiple linear regression based on the Cobb–Douglas production function. The results indicate that 28% of the sampled farmers accessed KUR, and no significant difference was found in the average farm income between KUR recipients and non recipients. The logit estimation reveals that coffee land size, household size, and off farm income significantly influence farmers' decisions to access KUR. Furthermore, access to KUR does not have a significant effect on coffee farming productivity, whereas the use of inorganic fertilizer, labor input, and coffee plant density significantly enhance productivity. Based on these findings, farmers are encouraged to utilize KUR and partnership financing programs as sources of working capital to finance agricultural inputs and improve coffee farming productivity. In addition, the government, agricultural extension officers, and financial institutions should strengthen farmers' access to KUR through financial literacy programs, assistance with the loan application process, advisory services, training on farm budgeting and financial planning, and monitoring of KUR utilization to ensure that credit is allocated responsibly for productive agricultural activities. 

Kata Kunci : KUR,model logit,produktivitas,usaha tani kopi agroforestri

  1. S1-2026-498466-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498466-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498466-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498466-title.pdf