Analisis pola pertumbuhan regional Kabupaten Indragiri Hilir, 1998-2002
INDRA, Gusti, Dr. Budiono Sri Handoko, MA
2005 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor-sektor unggulan, menganalisis pertumbuhan ekonomi dengan cara mendekomposisi menjadi tiga komponen: pengaruh pertumbuhan provinsi, bauran industri dan keunggulan komparatif, dan menganalisis pertumbuhan produktivitas lahan perkebunan, menggunakan metode Location Quotient, analisis Shift-Share dan pertumbuhan produktivitas. Data yang digunakan adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha (sektor) Kabupaten Indragiri Hilir dan Provinsi Riau, serta produktivitas lahan perkebunan di Kabupaten Indragiri Hilir pada periode 1998-2002. Hasil penelitian menunjukkan, sektor unggulan di Kabupaten Indragiri Hilir adalah sektor pertanian, keuangan dan jasa-jasa. Pada periode 1998-2002 sektor unggulan ini tumbuh sebesar Rp43.053,61 juta yang dikontribusi oleh pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau sebesar Rp127.464,03 juta sedangkan pengaruh bauran industri dan keunggulan komparatif memberikan kontribusi negatif masing-masing sebesar Rp49.621,20 juta dan Rp34.789,22 juta. Pada tahun 1998-1999 produktivitas lahan perkebunan meningkat, akan tetapi pada 1999-2002 produktivitasnya relatif tidak berkembang. ix
The purposes of this study were to identify basic sectors, to examine economic growth by decomposing it into three components: provincial share, industrial mix and local comparative advantage, and to examine productivity growth of cropping land in a simple methods of Location Quotient, Shift-Share analysis and productivity growth. A data set of sectoral gross domestic regional product and land productivity in the district of Indragiri Hilir and province of Riau during 1998-2002 periods was used to examine the regional growth pattern. This study found that sectors identified as basic were agriculture, finance and services. In 1998-2002 periods, these basic sectors grew Rp43,053.61 million decomposed into Rp127,464.03 million as provincial share, Rp49,621.20 million as negatif effect of industrial mix and Rp34,789.22 million as negatif comparative advantage. Land productivity increased in 1998-1999, but in 1999-2002 this growth was stagnan. x
Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi,Sektor Unggulan