Laporkan Masalah

Analisis Behavioral Intention Penggunaan Coretax Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Menggunakan Unified Theory Of Acceptance And Use Of Technology (UTAUT) di Daerah Istimewa Yogyakarta

Anggun Widya Pramita, Hilda Octavana Siregar, S. E., M. Acc.

2026 | Tugas Akhir | D4 Akuntansi Sektor Publik

Sistem perpajakan Indonesia mengalami transformasi digital yang signifikan melalui penerapan sistem Coretax yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Namun, tingkat penerimaan dan niat penggunaan sistem tersebut di kalangan Wajib Pajak Orang Pribadi masih perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi behavioral intention penggunaan Coretax pada Wajib Pajak Orang Pribadi di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menggunakan kerangka teori Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Variabel yang diuji meliputi harapan kinerja, harapan usaha, pengaruh sosial, dan kondisi yang memfasilitasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 326 Wajib Pajak Orang Pribadi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan behavioral intention penggunaan Coretax dipengaruhi oleh peningkatan dari seluruh variabel independen, yaitu harapan kinerja, harapan usaha, pengaruh sosial, dan kondisi yang memfasilitasi. Faktor yang paling tinggi dalam membentuk niat penggunaan Coretax pada Wajib Pajak Orang Pribadi di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah pengaruh sosial. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan teori UTAUT pada konteks perpajakan digital di Indonesia dan memberikan implikasi praktis bagi Direktorat Jenderal Pajak dalam merancang strategi sosialisasi, edukasi, dan peningkatan kualitas sistem Coretax untuk mendorong adopsi yang lebih luas dan merata di kalangan Wajib Pajak Orang Pribadi.

The Indonesian tax system has undergone a significant digital transformation through the implementation of the Coretax system developed by the Directorate General of Taxes. However, the level of acceptance and intention to use this system among individual taxpayers still requires in-depth study. This study aims to analyze the factors influencing the behavioral intention to use Coretax among individual taxpayers in the Special Region of Yogyakarta using the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) theoretical framework. The variables tested include performance expectations, business expectations, social influence, and facilitating conditions. This study used a quantitative approach involving 326 individual taxpayers in the Special Region of Yogyakarta. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0 software. The results showed that the increase in behavioral intention to use Coretax was influenced by all independent variables, namely performance expectency, effort expectency, social influence, and facilitating conditions. The highest factor in shaping the intention to use Coretax among individual taxpayers in the Special Region of Yogyakarta was social influence. These findings provide theoretical contributions in the development of UTAUT theory in the context of digital taxation in Indonesia and provide practical implications for the Directorate General of Taxes in designing strategies for socialization, education, and improving the quality of the Coretax system to encourage wider and more equitable adoption among Individual Taxpayers.

Kata Kunci : Behavioral Intention, Coretax, Harapan Kinerja, Harapan Usaha, Kondisi Yang Memfasilitasi, Pengaruh Sosial, UTAUT, Wajib Pajak Orang Pribadi/Behavioral Intention, Coretax, Effort Expectancy, Facilitating Conditions, Individual Taxpayer, Performance Expect

  1. D4-2026-504687-abstract.pdf  
  2. D4-2026-504687-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-504687-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-504687-title.pdf