Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Menggunakan Aplikasi BPD DIY Mobile Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model
Fenny Agustin Rahmawati, Raden Roro Fosa Sarassina, M.B.A., Ph.D.
2026 | Tugas Akhir | D4 PERBANKAN
Perkembangan
teknologi telah merambat pada berbagai insturmen kehidupan, salah satunya
digitalisasi layanan keuangan melalui layanan mobile banking. Perkembangan mobile
bankimg di Indonesia berkembang dengan cukup pesat dibuktikan dengan
terjadinya peningkatan volume transaksi beberapa bank-bank besar Nasional.
Kenaikan transaksi digital tidak hanya terjadi pada bank besar saja, tetapi juga
bank-bank daerah, Bank BPD DIY turut memainkan peranan dengan meluncurkan
aplikasi BPD DIY Mobile. Aplikasi ini berhasilkan mencatatkan pertumbuhan
sebesar 8,05% ytd dengan penambahan nasabah sebesar 4.000 orang per bulannya
pada tahun 2023. Namun, peningkatan penggunanya nyatanya tidak sejalan dengan
kepuasan, terlihat dari ulasan rendah yang diberikan oleh pengguna. Hal ini
berpotensi menurunkan minat dalam menggunakan aplikasi BPD DIY Mobile maka
harus segera dilakukan evaluasi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk
mengidentifikasi korelasi antara perceived
ease of use, perceived usefulness, perceived risk, dan trust dengan minat masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dalam
menggunakan aplikasi BPD DIY Mobile. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
kuantitatif dengan populasi seluruh masyarakat yang berdomisi di Daerah
Istimewa Yogyakarta dengan samepl berjumlah 100 orang. Data hasil penelitian
akan diolah dengan menggunakan software SmartPLS.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, Variabel perceived usefulness terbukti tidak memiliki pengaruh secara
menyeluruh. Sebaliknya, tiga variabel lainnya, yaitu perceived ease of use,
perceived risk, dan trust justru menunjukkan pengaruh positif terhadap minat
masyarakat DIY dalam menggunakan aplikasi BPD DIY Mobile, meskipun pengaruh
tersebut bersifat menyeruluh.
Technological developments have spread to various life instruments, one of which is the digitalization of financial services through mobile banking. The development of mobile banking in Indonesia is growing quite rapidly, as evidenced by the increase in transaction volumes at several major national banks. The increase in digital transactions is not only occurring at large banks, but also at regional banks. Bank BPD DIY also plays a role by launching the BPD DIY Mobile application. This application successfully recorded growth of 8.05% year-to-date with an additional 4,000 customers per month in 2023. However, the increase in users is not in line with satisfaction, as evidenced by the low reviews given by users. This has the potential to reduce interest in using the BPD DIY Mobile application, so an immediate evaluation is needed. This study aims to identify the correlation between perceived ease of use, perceived usefulness, perceived risk, and trust with the interest of the people of the Special Region of Yogyakarta in using the BPD DIY Mobile application. This study uses a quantitative research method with a population of all residents of the Special Region of Yogyakarta with a sample of 100 people. The research data will be processed using SmartPLS software. Based on previous research, the perceived usefulness variable was shown to have no overall influence. Conversely, the other three variables—perceived ease of use, perceived risk, and trust—showed a positive influence on the interest of the DIY community in using the BPD DIY Mobile application, although this influence was only partial
Kata Kunci : Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Perceived Risk, Trust, Behavioral Intention, Minat Penggunaan, Mobile Banking, BPD DIY Mobile