Laporkan Masalah

Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dan Citra Tubuh dengan Risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Remaja Putri di Kalibawang, Kulon Progo

Shalha Fajrani, Dr. Wiwin Lismidiati, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat; Sinta Khrisnamurti, S.Kep., Ns., M.Kep.

2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Kekurangan energi kronis (KEK) menjadi salah satu permasalahan gizi pada remaja putri di Indonesia. KEK berpotensi memberikan dampak merugikan bagi remaja terlebih saat hamil nantinya. Tingkat aktivitas fisik dan citra tubuh merupakan faktor yang diduga berkaitan dengan risiko KEK pada remaja putri. Lokasi penelitian ditetapkan di Kecamatan Kalibawang berdasarkan prevalensi KEK pada ibu hamil yang tertinggi di Kulon Progo.

Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dan citra tubuh dengan risiko KEK pada remaja putri di Kulon Progo. 

Metode: Penelitian ini menerapkan desain non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 82 siswi dari SMA/SMK di Kalibawang yang dipilih sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF) untuk menilai tingkat aktivitas fisik dan Body Image Assessment Scale Body Dimensions (BIAS-BD) untuk mengevaluasi citra tubuh. Sementara itu, risiko KEK ditentukan melalui pengukuran lingkar lengan atas (LILA). Analisis hubungan antarvariabel menggunakan uji Chi-Square. 

Hasil: Lebih dari setengah responden (58,5%) tidak berisiko mengalami KEK dan memiliki tingkat aktivitas tinggi (56,1%). Sebagian besar remaja menunjukkan ketidakpuasan terhadap citra tubuh (81,7%). Tidak terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik (p = 0,349) maupun citra tubuh (p =0,480) dengan risiko KEK pada remaja putri. 

Kesimpulan: Tingkat aktivitas fisik dan citra tubuh tidak berhubungan dengan risiko KEK pada remaja putri di Kalibawang, Kulon Progo. Disarankan dilakukan pemantauan risiko KEK secara berkala pada remaja putri serta penelitian lanjutan dengan metode pengumpulan data dan faktor yang lebih beragam.   

Background: Chronic energy deficiency (CED) remains one of the major nutritional concerns affecting adolescent girls in Indonesia. CED has several negative impacts on adolescent girls, especially during pregnancy. Physical activity levels and body image are factors suspected to be associated with risk of CED. Kalibawang was chosen as the study location due to its having the highest prevalence of CED among pregnant women in Kulon Progo. 

Objective: To examine the relationship between physical activity levels and body image with the risk of CED among adolescent girls in Kulon Progo. 

Method: This is a non-experimental study using a cross-sectional approach. The study involved 82 female students from senior high schools in Kalibawang who met inclusion and exclusion criteria. Physical activity level were assessed using the IPAQ-SF, body image was evaluated with BIAS-BD, and the risk of CED was determined through MUAC measurements. The collected data were analyzed using the Chi-Square test. 

Results: Most of the respondents (58.5%) were not at risk for CED, had high activity levels (56.1%), and expressed body image dissatisfaction (81.7%). There was no significant association between physical activity level (p=0,349) or body image (p=0,420) with CED risk among adolescent girls.  

Conclusion: Physical activity levels and body image are not associated with the risk of CED among adolescent girls in Kalibawang, Kulon Progo. Reguler monitoring of CED risk among adolescent girls is recommended, and future studies should employ more diverse data collection methods and investigate a broader range of associated factors. 

Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Citra Tubuh, KEK, Remaja Putri

  1. S1-2026-476803-abstract.pdf  
  2. S1-2026-476803-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-476803-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-476803-title.pdf