EFEKTIVITAS PROGRAM KARTU PRAKERJA TERHADAP PENINGKATAN PELUANG KERJA, PENDAPATAN, DAN FORMALITAS DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jihan Tsabitah Farah Aqilah, Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D
2026 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN
Indonesia memiliki visi Indonesia Emas 2045 yaitu menjadi negara maju yang didukung oleh SDM unggul dan berkualitas dengan memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan mencapai 213,41 juta jiwa pada tahun 2050. Potensi bonus demografi akan menjadi beban apabila terjadi inefisiensi pada penyerapan tenaga kerja. Di sisi lain, pembangunan manusia yang tercermin pada angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan faktor utama dalam mendukung visi tersebut. Akan tetapi, skill mismatch merupakan suatu permasalahan besar yang dihadapi oleh Indonesia, termasuk DIY. Pembangunan manusia di DIY yang ditandai dengan nilai IPM tertinggi kedua tingkat nasional pada tahun 2024 tidak serta merta terhindar dari permasalahan pengangguran, dominannya sektor informal, dan pendapatan per kapita yang rendah. Intervensi pemerintah Program Kartu Prakerja yang diluncurkan pada tahun 2020 merupakan implementasi Active Labour Market Policies (ALMPs) di Indonesia sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Program Kartu Prakerja telah menjangkau 317,714 penerima manfaat program di DIY. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi dampak Program Kartu Prakerja terhadap tiga variabel yaitu peluang bekerja, pendapatan, dan formalitas di lima kabupaten/ kota DIY. Penelitian ini menggunakan metode Two Stage Least Squares (2SLS) dan regresi logistik untuk menjawab pertanyaan penelitian. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) dengan total obervasi 6.649 individu. Hasil estimasi menunjukkan bahwa Program Kartu Prakerja berdampak positif signifikan terhadap peluang bekerja dan pendapatan akan tetapi dampaknya terbatas terhadap formalitas.
Indonesia has the “Indonesia Emas 2045” vision, which aims to become a developed nation supported by a highly skilled and qualified workforce by leveraging its demographic dividend, projected to reach 318,9 million by 2045. This demographic dividend has the potential to become a burden if there are inefficiencies in labor absorption. On the other hand, human development, as reflected in the Human Development Index (HDI), is a key factor in supporting the vision. However, skill mismatch is a major problem faced by Indonesia, including the DIY. Human development in DIY, which has the second-highest HDI value in 2024, does not automatically avoid of unemployment, the dominance of the informal sector, and low per capita income. The government’s Kartu Prakerja Program, launched in 2020, is an implementation of ALMPs in Indonesia to address these issues. The Kartu Prakerja Program has reached 317.714 beneficiaries in DIY. The objective of this study is to evaluate the impact of the Prakerja Card program on probability of employment, income, and formality in five regencies/cities in DIY. This study employs the 2SLS method and logistic regression to address research questions. The data used in this study is SAKERNAS with a total of 6.649 observations. Based on the results of estimation, the Prakerja Card program has a significant positive impact on the probability of employment and income but do not have an impact on formal employment.
Kata Kunci : ALMPs, DIY, formalitas, kartu prakerja, metode 2SLS, pendapatan, peluang bekerja