Laporkan Masalah

Rancangan tolok ukur kinerja menggunakan konsep balanced scorecard :: Studi kasus pada PT Tirta Raya Mina (Persero) KBO Pekalongan

RAHAYU, Esti Indah, Indra Bastian, PhD.,MBA.,Akt

2001 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kinerja perusahaan, memberikan usulan alternatif strategi dan usulan rancangan sasaran dan tolok ukur kinerja dengan konsep Balanced Scorecard. Faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan diidentifikasi, dievaluasi untuk mengetahui kemampuan internal perusahaan dan menentukan strategi untuk memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman, kemudian dianalisis dengan Internal-External Matrix untuk mengetahui posisi dan kesesuaian strategi saat ini dengan kemampuan perusahaan. Untuk merumuskan alternatif strategi perusahaan dilakukan analisis SWOT dengan mengidentifikasikan berbagai faktor tersebut secara sistematis dalam matrik SWOT. Setelah diketahui posisi dan strategi perusahaan, kemudian ditentukan sasaran dan tolok ukur keuangan yang dikaitkan dengan strategi bisnis, dilanjutkan dengan penyusunan serangkaian hipotesis yang menghubungkan tiap-tiap sasaran dan tclok ukur dengan tiap perspektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja PT Tirta Raya Mina (Persero) KBO Pekalongan kurang baik, karena tidak mampu mengelola sumber dana perusahaan secara efektif dan efisien. Masalah yang dihadapi adalah menurunnya margin laba karena peningkatan biaya produksi dan biaya usaha sementara penjualan mengalami penurunan karena perusahaan tidak dapat beroperasi dalam kapasitas optimal sebagai akibat kurangnya bahan baku. Dengan posisi perusahaan yang berada pada tahap bertahan dan bertumbuh maka strategi pertumbuhan internal yang mengutamakan keuntungan dengan efisiensi dan optimalisasi penggunaan sumber daya di segala bidang merupakan strategi bertahan sedangkan strategi pertumbuhan eksternal dan mengadopsi bauran pemasaran merupakan strategi untuk dapat berkembang. Berdasarkan visi dan strategi perusahaan maka rancangan konsep Balanced Scorecard yang diusulkan menetapkan sasaran strategi perspektif keuangan meliputi peningkatan pengembalian modal yang diinvestasikan dengan meningkatkan penjualan dan efisiensi produksi. Untuk memenuhi sasaran tersebut maka sasaran perspektif pelanggan diarahkan pada peningkatan penjualan ekspor dan domestik serta memperhatikan kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen sebagai perhatian utama perusahaan diwujudkan dengan menetapkan sasaran perspektif proses bisnis internal yaitu terjaminnya pengadaan bahan balm, peningkatan kualitas dan efisiensi produksi serta peningkatan efektifitas pengantaran. Semua sasaran strategi ketiga perspektif diatas mengarah pada perspektif keuangan dengan kunci pencapaiannya adalah pada peran SDM dalam perusahaan, karena itu sasaran perspektif pertumbuhan dan pembelajaran diarahkan pada peningkatan kemampuan karyawan, peningkatan motivasi, pemberdayaan dan keselarasan organisasi dengan meningkatkan kemampuan sistem informasi.

This research was conducted to observe the firm performance, to give the strategy alternative, target planning and performance with Balanced Scorecard concept. Internal and external firm factors were identified and evaluated to observe internal firm capabilities and establish the strategy to use the opportunity and avoid the threat, then analyzed by Internal-External Matrix to know the position and fitting of strategy at the present with firm capability. To formulate firm strategy alternative, data were analyzed by SWOT analysis with identify those factors systematically in SWOT matrix. If firm position and strategy was identified, then take certain target and financial resources that connected with business strategy, continued by formulation of a connection hypothesis which connect each target and measures with each perspective. This research shown that PT Tirta Raya Mina (Persero) 100 Pekalongan performance was too little good, it caused by firm unability to manage its fund source effectively and efficiently. Problems faced by the firm were decreasing of profit margin that caused by increasing of production cost and work cost, in the meantime there was decreasing in selling as a result of firm unability to operate in optimal capacity, that caused by the lack of raw materials. Firm position was in survive and growth stage, so internal growing strategy that emphasize at profit with efficiency and optimalization of resource use at any department as a survive strategy, where as external growing strategy and adopt marketing mix was a developing strategy. Based on firm vision and strategy, Balanced Scorecard concept plan that could be consider was establish financial perspective strategy target enclose increasing of capital return invested by increase selling and production efficiency. To fulfil the target, consumer perspective target was directed to increase export and domestic selling within pay attention for consumer satisfaction. Consumer satisfaction was placed as firm principal attention, realized by establish the internal business process perspective target, there was warranty of raw materials supply, increasing quality and production efficiency, together with the increase of delivery effectively. All strategy targets of three perspectives above directed to financial perspective with reach-keyed was human resources part in firm, so training and growth perspective target was directed at increasing employees ability, increasing motivation, exertion and harmonious organization by increase the information system ability.

Kata Kunci : Manajemen Agribisnis, Kinerja Perusahaan, Balanced Scorecard


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.