Hambatan Implementasi Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa di Kawasan ASEAN: Analisis Capability-Expectation Gap
Adelia Putri Reza, Dr. Maharani Hapsari, S.IP., M.A.
2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Penelitian ini menganalisis sumber dari hambatan implementasi Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa di kawasan ASEAN dengan menggunakan kerangka Capability-Expectations Gap (CEG) yang diperkenalkan oleh Hill (1993). Melalui teknik process tracing dengan variasi spasial studi kasus di kawasan ASEAN, penelitian ini menelusuri gap antara ketersediaan CBAM sebagai kebijakan iklim dan hambatan implementasinya. Hambatan ini tidak cukup dijelaskan oleh keterbatasan kapasitas struktural ASEAN sehingga penelitian ini menelusuri sumber hambatan tersebut secara lebih dalam melalui kondisi internal UE itu sendiri sebagai pembuat kebijakan. Temuan menunjukkan bahwa CBAM secara eksternal mengalami hambatan implementasi di kawasan ASEAN karena terdapat disparitas antara ekspektasi yang dilimpahkan kepada UE sebagai pemimpin tata kelola iklim dan kapabilitas aktualnya dalam menjalankan CBAM secara transnasional. CBAM dibentuk sebagai respons terhadap ekspektasi bahwa UE merupakan pemimpin tata kelola iklim yang mampu menjadi rule-setter dan mitra transisi iklim. Akan tetapi, ekspektasi tersebut tidak sepenuhnya diimbangi oleh kemampuan UE dalam membangun kesepakatan kebijakan yang inklusif (ability to agree), menyediakan sumber daya pendukung berupa bantuan teknis dan finansial yang melekat pada desain CBAM (availability of resources), serta menggunakan instrumen yang mampu mendorong penyesuaian secara struktural di ASEAN (instruments at the EU’s disposal). Dengan demikian, hambatan implementasi CBAM di ASEAN tidak hanya mencerminkan keterbatasan ASEAN, tetapi juga menunjukkan keterbatasan kapabilitas UE sebagai pembuat kebijakan dalam mentransformasikan ambisi iklimnya dalam tata kelola internasional.
This research analyzes the sources of implementation barriers to the European Union’s Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) in the ASEAN region by using the Capability-Expectations Gap (CEG) framework introduced by Hill (1993). Using process tracing with spatial variation in ASEAN, this research examines the gap between the availability of CBAM as a climate policy instrument and its implementation. This gap cannot be sufficiently explained by ASEAN’s structural capacity limitations alone. Therefore, this research further traces the sources of these barriers through the EU’s own internal conditions. The findings show that CBAM faces external implementation barriers in ASEAN because of a disparity between the expectations placed on the EU as a leader in climate governance and its actual capability to implement CBAM transnationally. CBAM was developed in response to the expectation that the EU could act as a climate governance leader, rule-setter, and climate transition partner. However, this expectation is not fully supported by the EU’s ability to agree, availability of resources, and instruments at its disposal to build inclusive external agreements, provide technical and financial assistance, and encourage structural adjustment in ASEAN. Therefore, CBAM implementation barriers in ASEAN do not only reflect ASEAN’s limitations. They also reveal the limitations of the EU’s capability as a policymaking actor in translating its climate ambition into international governance.
Kata Kunci : CBAM, Uni Eropa, ASEAN, Capability-Expectations Gap, tata kelola krisis iklim, kapasitas implementasi