Laporkan Masalah

PENGARUH MODAL MANUSIA TERHADAP PENDAPATAN USAHA TANI BAWANG MERAH LAHAN PASIR PANTAI DI KAPANEWON KRETEK KABUPATEN BANTUL

Hammam Arkan Halim, Muh Amat Nasir, S.P., M.Sc.; Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.

2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)

Human capital merupakan modal yang melekat pada diri petani dan berperan dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha tani. Pada usaha tani bawang merah lahan pasir pantai, kualitas human capital diduga memengaruhi kemampuan petani dalam mengambil keputusan, mengelola sumber daya, dan memperoleh pendapatan usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat human capital petani bawang merah, mengetahui tingkat pendapatan usaha tani bawang merah, serta menganalisis pengaruh human capital dan faktor lainnya terhadap Normalized Income Function (NIF) usaha tani bawang merah lahan pasir pantai di Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder dengan jumlah responden sebanyak 50 petani bawang merah lahan pasir pantai. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis Human Capital Index (HCI), analisis pendapatan usaha tani, dan analisis regresi linear berganda menggunakan pendekatan Normalized Income Function (NIF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) human capital petani bawang merah lahan pasir pantai di Kapanewon Kretek berada pada kategori sedang dengan nilai HCI sebesar 0,43; (2) rata-rata pendapatan usaha tani bawang merah lahan pasir pantai sebesar Rp15.021.883,99 per usaha tani per musim tanam; dan (3) variabel usia dan luas lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha tani, sedangkan pengalaman usaha tani, biaya pupuk yang dinormalkan, dan akses modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan usaha tani. Sementara itu, variabel pendidikan, frekuensi penyuluhan, biaya bibit yang dinormalkan, biaya pestisida yang dinormalkan, dan upah tenaga kerja luar keluarga (TKLK) yang dinormalkan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha tani bawang merah lahan pasir pantai di Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul.

Human capital is an inherent asset possessed by farmers that plays an important role in enhancing their ability to manage farming activities. In shallot farming on coastal sandy land, the quality of human capital is presumed to influence farmers' decision-making, resource management, and farm income. This study aimed to determine the level of human capital among shallot farmers, determine the income level of shallot farming, and analyze the effects of human capital and other factors on the farm Normalized Income Function (NIF) of shallot farming on coastal sandy land in Kapanewon Kretek, Bantul Regency. The study employed both primary and secondary data collected from 50 shallot farmers cultivating coastal sandy land. The analytical methods included the Human Capital Index (HCI), farm income analysis, and multiple linear regression analysis using the Normalized Income Function (NIF) approach. The results showed that (1) the human capital of shallot farmers in Kapanewon Kretek was classified as moderate, with an HCI value of 0.43; (2) the average farm income was IDR 15,021,883.99 per farm per cropping season; and (3) age and land size had a positive and significant effect on farm income, whereas farming experience, normalized fertilizer cost, and access to capital had a negative and significant effect on farm income. Meanwhile, education level, extension participation frequency, normalized seed cost, normalized pesticide cost, and normalized hired labor wage had no significant effect on the farm income of shallot farming on coastal sandy land in Kapanewon Kretek, Bantul Regency.

Kata Kunci : bawang merah, human capital, lahan pasir pantai, pendapatan usaha tani

  1. S1-2026-493417-abstract.pdf  
  2. S1-2026-493417-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-493417-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-493417-title.pdf