Efektivitas Jagung Transgenik Cry1Ab terhadap Ostrinia furnacalis dan Pengaruhnya pada Parasitoid telur di Kapanewon Ngemplak, Sleman.
Khansa Ramadhani, Prof. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., Ph.D.
2026 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN
Ostrinia
furnacalis Gueneé (Lepidoptera: Pyralidae) merupakan
salah satu hama utama tanaman jagung yang dapat menyebabkan penurunan hasil
produksi. Penggunaan jagung transgenik merupakan salah satu pendekatan untuk
mengatasi serangan hama ini, khususnya yang mengandung toxin Cry1Ab dari Bacillus
thuringiensis (Bt). Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas ekspresi
jagung transgenik Cry1Ab terhadap O. furnacalis dan dampaknya pada parasitoid
telur O. furnacalis. Varietas
yang digunakan adalah jagung transgenik NK6172-Bt11GA21 dan jagung
non-transgenik NK6172. Penelitian ini dilakukan dari 20 hingga 70 HST di Kapanewon
Ngemplak. Pengumpulan data telur dilakukan dari 35 hingga 70 HST, dikumpulkan
setiap minggu untuk mengamati kemunculan parasitoid. Parameter yang diamati
meliputi kemunculan telur, parasitasi telur, kerusakan daun, dan kerusakan
batang. Parameter yang diamati di analisis menggunakan uji t-test dengan nilai
p-value (<0>O. furnacalis karena serangan hama tidak ditemukan pada
perkembangan lanjut tanaman di instar berikutnya.
Ostrinia
furnacalis Gueneé (Lepidoptera: Pyralidae) is
one of the major pests of corn plants that can lead to a decline in production
yields. The use of transgenic corn is one approach to combat this pest,
especially with Cry1Ab toxin from Bacillus thuringiensis (Bt). The study
aimed to determine effectivities of transgenic corn Bt expressing Cry1Ab
to O. furnacalis and its impact on O. furnacalis egg
parasitoid. The varieties used were transgenic NK6172-Bt11GA21 and
non-transgenic NK6172. Observations were conducted from 20 to 70 days after
planting (DAP) in the field in Ngemplak District. Egg data collection was
carried out from 35 to 70 days after planting (DAP), collected every week to
observe parasitoid emergence. The parameters were population of egg mass, egg
parasitism, leaf damage, and stem damage. These parameters were analyzed
statistically using t-test, with p-value of (<0>O. furnacalis, as pest damage was not observed in the later
developmental stages of the plant at subsequent instars.
Kata Kunci : Ostrinia furnacalis, jagung, Cry1Ab, parasitasi, transgenik