Does IP enforcement drive firms away? Litigation risk and institutional distance in emerging markets
Glenn Hessel Hartadi, Dr. Ergun Onoz, PhD
2026 | Skripsi | MANAJEMEN
Risiko litigasi yang muncul
dikarenakan sengketa dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah salah satu
faktor non-pasar yang mempunyai potensi untuk memengaruhi keputusan strategis
dari MNEs dalam mempertahankan atau menghentikan operasinya dalam pasar negara
berkembang. Penelitian-penelitian terdahulu banyak yang membahas pengaruh
risiko ltiigasi dalam keputusan untuk masuk (Market Entry) ke dalam sebuah
pasar, tetapi kajian mengenai pengaruhnya terhadap keputusan untuk keluar pasar
(Market Exit) sejauh ini relatif masih terbatas. Selain itu juga, peran
perbedaan institutional (Institutional Distance) antara negara asal dengan
negara tujuan sebagai variabel moderasi hubungan juga masih belum dieksplorasi
mendalam.
Penelitian
ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruhnya risiko litigasi terkait HKI
terhadap keputusan MNE dalam pemilihan straateginya untuk keluar dari pasar
negara berkembang, serta untuk menguji perannya jarak institutional sebagai
variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan perspektif institution-based view
dan non-market strategy untuk mendalami litigasi HKI sebagai sebuah risiko yang
dapat memenaruhi keberlanjutan sebuah perusahaan di negara tersebut. Analisis
yang saya lakukan menggunakan data panel yang terdiri dari 189 observasi
firm-country-year dari perusahaan multinasional yang memiliki anak perusahaan
di delapan negara berkembang kawasan Asia Pasifik dalam periode 10 tahun.
Hasil
penelitian menunjukan bahwa risiko litigasi HKI memiliki hubungan positif
dengan market exit, interaksi antara risiko litigasi dan jarak institutional
merupakan negatif tetapi keduanya tidak menunjukan signifkansi statistik. Ini
mengindikasikan bahwa pengaruh risiko litigasi terhadap keputusan keluar pasar
cenderung melemah ketika jarak institutional antara negara asal dan negara
tujuan semakin besar.
Litigation risk as a determinant in
shaping MNE’s strategic decision to exit emerging markets is an understudied
concept, particularly regarding how this relationship depends on institutional
differences between host and home country to shape the decision. By using
institutional based and non market strategy perspectives, this study uses a
framework where IP litigation is treated as a non-market hazard that could
potentially trigger strategic exit decisions and model the institutional
context through the institutional distance between parent and subsidiary
country location. The empirical analysis relies on a panel of 189
firm-country-year observations for listed MNEs with available subsidiaries
operating in eight APAC emerging market countries over 2014-2023. Across
different models of analysis this study finds that litigation risks have
positive coefficients whereas the interaction of institutional distance is
negative however both do not reach a significant statistical level to be
approved. This indicates that litigation intensity does associate with
increased chances of exiting the market and when moderated with institutional
distance, when home and host institutions are relatively similar it is more
closely associated with exit. This study contributes by linking IP litigation
risk to market exit and introducing institutional distance as a moderating
variable to show how legal dispute could shape withdrawal decisions
specifically in emerging markets.
Kata Kunci : market exit, litigation risk, emerging markets, institutional distance