Laporkan Masalah

Strategi Dinas Peternakan dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada Petani Ternak Kabupaten Timor Tengah Selatan

TAKESAN, Imanuel, Dr. Yeremias T. Keban

2005 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Pembangunan Dinas Peternakkan dalam kurun waktu kedepan dirasahkan memegang peranan penting, sebagai mana terlihat dalam sumbangan dari sektor Peternakan terhadap struktur pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Timor Tengah selatan. Namun demikian pembangunan di sektor peternakan juga diperhadapkan pada berbagai persoalan antara lain, kurangnya sumber daya modal, sumber daya manusia maupun teknologi. Dalam menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Daerah sebagai agen pembangunan, perlu merumuskan dan menerapkan strategi yang representatif di di dalam menjalankan aktifitas pembangunan khususnya pembangunan di sektor peternakan yang berbasis pada upaya meningkatkan pelayanannya pada masyarakat petani ternak di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Strategi pembangunan Dinas Peternakan yang hendak dilaksanakan adalah merupakan perpaduan yang serasi antara kekuatan dan kelemahan internal dengan peluang dan ancaman dari faktor eksternal yang di hadapi Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Peluang yang di hadapi Dinas Peternakan adalah adanya pelaksanaan otonomi yang diperluas, adanya dukungan dari wakil rakyat (DPRD), terbukanya kesempatan untuk mengikuti berbagai jenis pendidikan dan latihan (diklat). Sementara itu ancaman yang dihadapi oleh Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah selatan adalah adanya intervensi Pemerintah Tingkat I, lokasi diklat yang kurang efisien serta adanya tuntutan pelayanan masyarakat petani ternak yang semakin meningkat. Kekuatan yang diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mengatasi ancaman adalah struktur organisasi yang akomodatif, misi dan mandat yang jelas, jumlah sumber daya manusia yang memadai serta tersedianya dana bagi kegiatan operasional, sedang kelemahan internal adalah kualitas sumber daya manusia yang belum memadai, kurangnya fasilitas pendukung serta tingkat pelayanan pegawai yang belum optimal. Berangkat dari analisis terhadap faktor lingkingan strategis tersebut, dapat diketahui isu strategi dalam pembangunan Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kemudian dengan menggunakan litmus test, isu-isu yang dianggap paling strategis dalam pembangunan Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Selatan adalah terdiri atas, kualitas pelayanan kepada masyarakat yang belum optimal, kualitas sumber daya manusia yang belum memadai serta kurangnya fasilitas pendukung. Strategi yang perlu di terapkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat tani ternak di kabupaten Timor Tengah Selatan adalah terdiri atas upaya optimalisasi kelembagaan petani ternak( kelompok formal dan non formal ) perbaikan kualitas sumber daya manusia / aparatur serta penambahan faselitas pendukung bagi kelancaran kegiatan Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penanganan secara serius terhadap isu strategis tersebut akan dapat memberikan daya dorong terhadap masyarakat petani ternak guna memperoleh akses pelayanan maksimal dari Pemerinta Kabupaten Timor Tengah Selatan

Development of Husbandry Office in the future will play significant role as indicated with the contribution of husbandry sector to economic growth in district of Timor Tengah Selatan. However, development of husbandry sector faced some problems, such as lack of capital, human resource and technology. In dealing with the obstacles, local government, as development agent, needs to establish and implement representative strategies in doing development activities especially in husbandry sector in order to improve service toward farmers in District of Timor Tengah Selatan. Development strategy of husbandry office is harmonious integration of internal strengths and weaknesses and external opportunities and treats the office face. The opportunities include the broadened implementation of local autonomy, support of local legislature, and open chance to follow various educations and trainings. The treats are intervention of provincial government, less efficient location of education and training and increasing demand of service from cow farmers. Strengths that are expected usable to solve the threat are accommodative organizational structure, clear mission and order, enough quantity of human resource, and available fund for operational, while the internal weaknesses consist of less human resource quality, less supporting facility and less optimal service level of employees. Based on the analysis of the strategic environmental factors, the strategic issues about development of husbandry office in District of Timor Tengah Selatan can be known. Then, using litmus test, the issues considered most strategic in the development of husbandry office include less optimal service quality to community, less quality of human resource and less supporting facilities. The strategies that should be implemented to improve service quality for cow farmers in District of Timor Tengah Selatan are optimizing of farmer institutions (formal an non normal group), improving human resource, and adding supporting facility to facilitate activity of the Husbandry Office in the district. Serious handling over the strategic issue will be able to encourage farmer community to get maximal service access from government of Timor Tengah Selatan district.

Kata Kunci : Strategi Pembangunan,Dinas Peternakan,Kualitas Layanan,Petani Ternak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.