Dinamika Pengaruh Faktor Ekonomi, Status Peceraia dan Lansia, Serta Digitalisasi terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Wanita sebagai Manifestasi Ekonomi Inklusif Di Jawa Timur
Sulthon Faizi, Laksmi Yustika Devi, S.P., M.Si., Ph.D.
2026 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN
Pertumbuhan ekonomi yang inklusif menuntut perempuan terlibat aktif di pasar kerja. Sayangnya, pendekatan ekonomi konvensional kerap tidak mampu menangkap interaksi rumit antara tuntutan dunia modern dan beban domestik yang masih diemban perempuan. Penelitian ini mengkaji pengaruh faktor ekonomi, status perceraian dan lansia, dan digitalisasi terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Perempuan sebagai cerminan ekonomi inklusif di 38 kabupaten/kota Jawa Timur periode 2019–2024. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui Fixed Effect Model (FEM) pada data panel. Hasil empiris menunjukkan kompleksitas nyata dalam penawaran tenaga kerja perempuan. Dari sisi ekonomi, upah rata-rata dan tingkat kemiskinan menekan TPAK Perempuan secara negatif. Dari sisi status perceraian terlihat tidak memberi pengaruh yang berarti, namun keberadaan populasi lansia usia 65 tahun ke atas justru mendorong TPAK Perempuan, hal tersebut menegaskan bahwa lansia dalam rumah tangga berperan nyata dalam menopang partisipasi kerja perempuan. Sedangkan di sisi digital terdapat paradoks yang menarik, kepemilikan telepon seluler semata tidak berpengaruh signifikan, akan tetapi akses internet perempuan terbukti meningkatkan partisipasi dengan memangkas hambatan dalam pencarian kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mewujudkan ekonomi inklusif memerlukan kebijakan yang bergeser dari sekadar penyediaan perangkat keras menuju pada penguatan literasi digital fungsional, sekaligus mengakomodasi sistem dukungan domestik lintas generasi sebagai penopang TPAK Perempuan. Penelitian ini berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), melalui bukti empiris pemberdayaan perempuan lewat inklusi digital dan pertumbuhan ekonomi yang merata di Indonesia.
Inclusive economic growth necessitates women's active participation in the labor market. However, conventional economic paradigms often overlook the complex interplay between modern labor demands and women's persistent domestic responsibilities. This study examines the impact of economic factors, demographic pressures, and digitalization on the Female Labor Force Participation Rate (FLFPR) as a manifestation of an inclusive economy across 38 regencies/cities in East Java from 2019 to 2024. Employing a quantitative approach, a Fixed Effect Model (FEM) was applied to panel data. Empirical results reveal significant complexity in female labor supply. Economically, average wages and poverty rates negatively affect FLFPR. Demographically, while divorce status yields no significant impact, the elderly population (aged 65+) positively drives FLFPR, confirming their crucial role in providing intergenerational domestic support that enables women to work. Regarding digitalization, an intriguing dynamic emerges: mere mobile phone ownership shows no significant effect, yet women's internet access demonstrably increases participation by mitigating job-search barriers. The study concludes that realizing an inclusive economy requires a policy shift from merely providing hardware to strengthening functional digital literacy, alongside accommodating intergenerational domestic support systems. This research contributes directly to the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically SDG 5 (Gender Equality) and SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), by offering empirical evidence on women's empowerment through digital inclusion and equitable growth in Indonesia.
Kata Kunci : Ekonomi, Demografi, Digital, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan, Ekonomi Inklusif.