Laporkan Masalah

Evaluasi Komaparatif Pengelolaan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Tahun Tanam 2004 Sebelum dan Sesudah Kerja Sama Operasional di Kebun Cikasungka PTPN IV Bogor

Andhika Valerian Meyer, Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P.,Ph.D; Andrianto Ansari, S.T.P., M.Agr.,Ph.D.

2026 | Skripsi | AGRONOMI

Produktivitas kelapa sawit di lahan konversi karet memerlukan pengelolaan intensif, sehingga PTPN IV Regional I Kebun Cikasungka menerapkan Kerja Sama Operasional (KSO) pada tanaman tahun tanam 2004. Penelitian deskriptif-komparatif ini membandingkan data sebelum (2020-2022) dan sesudah KSO (2023-2025) menggunakan uji-T, korelasi, serta regresi linear berganda. Hasil menunjukkan KSO menstrukturkan manajemen produksi dengan realisasi pemupukan mencapai 90–100% penambahan penyiangan manual serta racumming. Walau input manajemen tidak berbeda nyata (P>0,05), parameter produksi meningkat signifikan. Pada varietas SP, Berat Janjang Rata-rata (BJR) naik menjadi 24,86 kg (P=0,02). Pada varietas Lame, produktivitas meningkat menjadi 12.151,14 kg/ha (P=0,03) dan brondolan turun menjadi 10.660,00 kg (P=0,02), yang mengindikasikan efisiensi panen. Regresi (Adjusted R²=0,9881) membuktikan jumlah tandan adalah penentu utama produksi Tandan Buah Segar (P<0>


Oil palm productivity on converted rubber land requires intensive management; therefore, PTPN IV Regional I Cikasungka Estate implemented a Joint Operation (KSO) for the 2004 planting year. This descriptive-comparative study evaluated data before (2020-2022) and after (2023-2025) the KSO implementation using independent T-tests, Pearson correlation, and multiple linear regression. The results demonstrated that the KSO established a more structured production management, achieving 90–100% of fertilization targets and integrating manual weeding and racumming. Although management inputs showed no significant differences (P > 0.05), specific production parameters improved significantly. For the SP variety, the Average Bunch Weight (ABW) increased to 24.86 kg (P=0.02). For the Lame variety, productivity rose to 12,151.14 kg/ha (P=0.03), accompanied by a significant reduction in loose fruits to 10,660.00 kg (P=0.02), indicating enhanced harvesting efficiency. Regression analysis (Adjusted R² = 0.9881) confirmed that the number of bunches is the principal determinant of Fresh Fruit Bunch (FFB) production (P < 0>

Kata Kunci : Kelapa Sawit, Kerja Sama Operasional (KSO), Manajemen Produksi, Produktivitas.

  1. S1-2026-493071-abstract.pdf  
  2. S1-2026-493071-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-493071-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-493071-title.pdf