Evaluasi Manajemen Produksi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Tahun Tanam 2002 Periode Sebelum dan Sesudah Kerja Sama Operasional di Kebun Cikasungka PTPN IV Bogor
Teodore Bernard Limbong, Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., Ph.D.; Dr. Panjisakti Basunanda, S.P., M.P.
2026 | Skripsi | AGRONOMI
Penelitian ini bertujuan
mengkaji karakteristik manajemen produksi serta dampaknya terhadap komponen
hasil dan hasil kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) tahun tanam 2002
pada lahan konversi karet sebelum dan sesudah penerapan Kerja Sama Operasi
(KSO) di Kebun Cikasungka PTPN IV Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan pada
Januari–Februari 2026 menggunakan metode survei dengan penentuan sampel secara purposive
sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan
deskriptif-komparatif untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah KSO.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan KSO diikuti oleh peningkatan
intensitas kegiatan pemeliharaan tanaman, pengelolaan gulma, tunasan,
pemupukan, dan pengendalian hama. Hubungan positif yang relatif konsisten
ditemukan antara produktivitas dengan jumlah tandan per pohon dan aplikasi
pupuk NPK per hektar. Selain itu, sebagian besar komponen hasil dan hasil,
yaitu Tandan Buah Segar (TBS), produktivitas, jumlah tandan, dan jumlah tandan
per pohon menunjukkan perubahan tren dari menurun pada periode sebelum KSO
menjadi meningkat pada periode sesudah KSO. Secara keseluruhan, penerapan KSO
berkontribusi terhadap perbaikan manajemen produksi dan peningkatan kinerja
produksi kelapa sawit pada lahan konversi karet di Kebun Cikasungka.
This study aimed to evaluate production management characteristics and their effects on yield components and yield of oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) planted in 2002 on rubber conversion land and after the implementation of an Operational Cooperation (KSO) scheme at Cikasungka Estate, PTPN IV, West Java. The research was conducted from January to February 2026 using a survey method with purposive sampling. The collected data were analyzed using a descriptive-comparative approach to compare production management and production performance before and after KSO implementation. The results showed that KSO implementation was followed by improvements in crop maintenance activities, weed management, pruning, fertilization, and pest control. Productivity exhibited a relatively consistent positive relationship with bunch number per palm and NPK fertilizer application per hectare. Furthermore, several yield components and yield variables, including Fresh Fruit Bunch (FFB) yield, productivity, bunch number, and bunch number per palm, shifted from declining trends before KSO to increasing trends after KSO implementation. Overall, the implementation of KSO contributed to improved production management practices and enhanced oil palm production performance on former rubber plantation land at Cikasungka Estate.
Kata Kunci : KSO, manajemen, produksi, sawit